Category

Jerman

Kumpulan Beasiswa S1 Jerman untuk Mahasiswa Indonesia

By | Jerman | No Comments

Beasiswa S1 Jerman – Bukan hanya tingkat ekonominya yang terkuat di Eropa, Jerman juga memiliki daya tarik dari segi pendidikannya. Sejak 2014 lalu, pemerintah Jerman membebaskan biaya kuliah di universitas negeri. Aturan ini berlaku untuk mahasiswa dari uni Eropa dan juga dari luar. Tentu saja hal ini sangat menguntungkan mahasiswa dari Indonesia juga.

Jika biaya kuliah gratis, bagaimana bisa memenuhi biaya hidup selama perkuliahan? Apalagi kuliah sarjana di Jerman membutuhkan waktu kurang lebih empat tahun. Tentunya biaya hidup di Jerman akan lebih mahal daripada biaya hidup di Indonesia. Jadi tetap perlu biaya yang cukup selama empat tahun kuliah.

Masalah biaya ini jangan terlalu dipusingkan, karena kamu bisa mengambil beasiswa S1 Jerman yang kini banyak tersedia. Ada banyak jenis beasiswa yang bisa diambil, jadi kamu hanya perlu fokus untuk berhasil mendapatkannya dan masuk ke universitas di Jerman sesuai dengan keinginan.

Setidaknya ada tiga jenis beasiswa yang bisa dipilih sesuai dengan sumber pendanaannya. Pertama adalah beasiswa yang disediakan pemerintah Jerman dan Indonesia. Karena beasiswa disediakan oleh pemerintah maka jumlah yang akan diterima biasanya adalah penuh. Semua biaya administrasi hingga biaya hidup akan ditanggung pemerintah.

Kedua adalah beasiswa swasta yang biasa diselenggarakan oleh perusahaan tertentu dalam bentuk yayasan. Beasiswa ini biasanya lebih khusus untuk bidang tertentu, tidak sedikit juga mahasiswa bisa langsung bekerja di perusahaan yang menyelenggarakan. Tipe beasiswa ini biasanya ada yang menutup biaya kuliah saja, ada juga yang memenuhi biaya kuliah dan hidup di Jerman.

beasiswa s1 jerman

Ketiga adalah beasiswa yang diselenggarakan oleh universitas di Jerman. Karena sumber dana berasal dari universitas, maka kamu akan kuliah di universitas tersebut. Biaya yang didapatkan sebagian besar untuk menutup biaya kuliah saja. Kamu bisa mempertimbangkan beasiswa ini jika ingin masuk ke sekolah swasta yang biayanya tentu mahal.

Yuk kenali apa saja beasiswa S1 Jerman yang diselenggarakan oleh pemerintah, swasta atau dari universitas.

Beasiswa S1 Jerman yang Diselenggarakan oleh Pemerintah

Beasiswa ini bisa berasal dari dua sumber yaitu pemerintah Jerman dan juga Indonesia. jangan ragu untuk mendaftar ke kedua jenis beasiswa ini agar kamu mendapatkan peluang berhasil yang lebih tinggi. Beasiswa yang diselenggarakan oleh pemerintah Jerman biasanya lebih bervarasi, ada yang full funded khusus beberapa jurusan dan berbagai universitas.

Baca Juga:  Beasiswa Jerman DAAD Yang Mudah Didapatkan

Berikut ini macam-macam beasiswa yang berasal dari pemerintah.

Beasiswa LPDP dari Pemerintah Indonesia

Sebelum masuk ke beasiswa dari pemerintah Jerman, cobalah untuk mencari beasiswa dari pemerintah Indonesia. Beasiswa LPDP ini bisa digunakan untuk kuliah di dalam negeri atau di luar negeri seperti Jerman. Caranya mudah, penuhi semua syarat dan serahkan ke Lembaga Pengelola Dana Pendidikan yang menyelenggarakan beasiswa ini. Bukan hanya S1, ada juga beasiswa untuk S2, S3, hingga beasiswa afirmasi. Penasaran apa syaratnya? Cobalah untuk mencari informasi lebih lanjut agar tidak ketinggalan.

Beasiswa DAAD dari Pemerintah Jerman

DAAD adalah beasiswa dari pemerintah Jerman yang mirip dengan LPDP. Bedanya adalah penerima beasiswa bukan hanya masyarakat Jerman tetapi juga penduduk asing seperti di Indonesia. Tujuan diadakannya beasiswa ini adalah untuk meningkatkan jumlah mahasiswa asing yang belajar di Jerman. Melalui beasiswa ini, kamu bisa memilih universitas, jenis beasiswa dan juga bisa mendaftar lebih dari satu beasiswa.

Beberapa program yang diadakan DAAD bukan hanya untuk S1 full, tetapi juga ada program pertukaran pelajar selama musim panas. Jadi setidaknya kamu akan mendapatkan pengalaman kuliah di Jerman selama satu musim.

Beasiswa Deutschlandstipendium

Selain beasiswa DAAD, pemerintah Jerman juga mengadakan program Deutschlandstipendium dengan bekerja sama bersama istitusi swasta. Tujuan diadakannya adalah untuk mendanai mahasiswa berprestasi tanpa dilihat kebangsaan. Jadi siapa saja bisa memperoleh beasiswa ini. Bedanya adalah Deutschlandstipendium bukanlah beasiswa full funded. Jumlah yang diberikan adalah sekitar 300 euro per bulannya.

Jadi jika kamu berhasil mendapatkan beasiswa ini, sebaiknya siapkan juga biaya yang tidak tercover dari beasiswa. Beasiswa ini diberikan kepada 22.500 mahasiswa setiap tahunnya.

Beasiswa Friedrich Ebert

Beasiswa yang juga diselenggarakan oleh sebuah yayasan politik milik pemerintah Jerman ini bisa diikuti oleh mahasiswa uni Eropa dan internasional. Beasiswa akan diberikan kepada mahasiswa yang memiliki peringkat di atas rata-rata dan mampu menunjukkan kepeduliannya terhadap tanggung jawab sosial.

Karena diadakan oleh yayasan politik, maka siswa yang menerima juga harus tertarik dengan dunia politik Jerman. Mahasiswa akan mendapatkan hingga 1.000 euro per bulan yang bisa digunakan untuk menutup biaya kuliah, asuransi kesehatan dan material silabus.

Beasiswa S1 di Jerman yang Diselenggarakan oleh Swasta

beasiswa s1 jerman

Apakah ada beasiswa di Jerman yang diberikan oleh pihak swasta? Tentu saja ada. Jika kamu tidak berhasil mendapatkan beasiswa pemerintah, maka masih ada beasiswa swasta yang bisa dipilih. Berikut ini macam-macam beasiswanya:

Beasiswa Heinrich Boll

Heinrich Boll merupakan sebuah lembaga yang dibentuk oleh salah satu partai politik bukan pemerintah yang didirikan tahun 1997. Lembaga ini menyelenggarakan program beasiswa yang bisa diperoleh oleh mahasiswa internasional di tingkat S1 hingga S3. Hanya saja bidang studi yang didanai meliputi science, teknologi, teknik dan juga matematika. Fokus dari beasiswa ini adalah untuk mendanai mereka yang ingin menjadi profesional di bidang pengembangan ilmu pengetahuan alam.

Dalam perkembangannya, ada juga beberapa bidang ilmu yang juga didanai seperti ekonomi, jurnalisme dan juga seni tertentu.

Beasiswa Erasmus+

Erasmus adalah European Community Action Scheme for the Mobility of University Students, sebuah komisi di Eropa yang membantu untuk melakukan pertukaran pelajar. Sudah lebih dari 1.200 mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa Erasmus + sejak tahun 2004. Semua mahasiswa telah menempuh pendidikan S1 hingga S3.

Setiap tahunnya mahasiswa akan mendapatkan 24.000 untuk menutupi biaya perjalanan, kuliah, bulanan, akomodasi, dll.

Masih ada beasiswa lainnya seperti beasiswa Konrad Adenauer and KAAD. Tetapi kedua beasiswa ini diberikan untuk kamu yang ingin melanjutkan pendidikan S2 dan S3.

Beasiswa S1 di Jerman dari University

Pilihan terakhir adalah beasiswa S1 Jerman yang diadakan oleh masing-masing universitas. Ada satu tip yang bisa kamu ikuti, yaitu memilih universitas terbaik dan mencari peluang beasiswa di sana. Khusus beasiswa tipe ini, kamu akan belajar di universitas tersebut dan mempelajari bidang sesuai dengan beasiswa yag diikuti.

Nah untuk itu, berikut ini sedikit referensi beasiswa dari universitas ternama di Jerman:

Ludwig Maximilian Munchen

Salah satu institusi di Jerman yang terkenal dengan risetnya. Kamu bisa masuk ke sini dan mendapatkan beasiswanya. Begitu banyak program yang tersedia bagi calon penerima beasiswa dan diadakan setiap tahun. Deadlinenya adalah Januari tanggal 15 hingga Juli tanggal 15.

Baca Juga:  Cara Mendapatkan Beasiswa S2 Luar Negeri Tanpa IPK Tinggi

Universitas Teknik Munich

Universitas ini mendapatkan peringkat kedua di Jerman dan peringkat 41 di seluruh dunia. Di sini kamu juga bisa mendapatkan beasiswa untuk jurusan terkenal seperti teknik, farmasi, dan juga natural science. Ujian masuk dan beasiswa diadakan dua kali dalam setahun yaitu pada awal musim dingin dan awal musim panas.

University Heidelberg

Terdapat 36 bidang studi sarjana yang bisa dipilih dan biaya kuliah akan didanai oleh universitas. Tidak hanya beasiswa, tetapi juga pertukaran pelajar juga diadakan di universitas ini. Jadi kamu memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman di negara tetangga Jerman seperti Perancis dan Swiss.

Universitas Humboldt Berlin

Universitas ini tidak hanya terkenal di Jerman tetapi juga di seluruh eropa. Untuk mendapatkan beasiswa di sini, kamu harus mendaftar di awal bulan Juni. Beasiswa diadakan satu kali setiap tahunnya. Banyak program studi yang ditawarkan bagi penerima beasiswa.

Ingin Belajar Jerman Dalam 30 Hari? Ikuti Cara dan Tips Jitu Ini

By | Jerman | No Comments

Belajar Jerman – Belajar bahasa asing yang sangat sulit seperti Jerman membutuhkan motivasi yang sangat tinggi. Khususnya jika kamu ingin mempelajarinya dalam waktu yang singkat seperti 30 hari. Untungnya setelah menguasai bahasa baru, ada banyak keuntungan yang didapatkan. Semua keuntungan ini akan membuatmu terus termotivasi untuk tetap belajar hingga berhasil.

Setidaknya ada tiga keuntungan yang bisa selalu diingat. Pertama adalah meningkatkan kecerdasan otak. Bahasa baru akan mampu mengasah otak khususnya adalah soal ingatan. Otak mampu masuk dalam kemampuan seperti menyelesaikan masalah, membaca, bernegosiasi dan kemampuan multitasking.

Kedua adalah memperluas peluang kerja. Pada beberapa industri tertentu dan juga profesional, kemampuan untuk berbahasa asing akan menjadi keuntungan tersendiri. Misalnya seperti bahasa Inggris, Jerman dan Perancis sering digunakan dalam dunia bisnis.

Walaupun efeknya tidak langsung kepada karir yang kamu tekuni, manfaatnya bisa datang dari berbagai arah. Seperti mengenal kebudayaan yang mempermudah kamu untuk bersosialisasi. Kemampuan ini akan meningkatkan diri untuk membangun link yang lebih luas lagi.

Baca Juga:  4 Keuntungan Belajar Bahasa Jerman Online Ternyata Lebih Efektif

Ketiga adalah meningkatkan kepercayaan diri. Sebuah bahasa asing mampu menjadi alat yang ampuh untuk memperbaiki masalah percaya diri. Melalui kepercayaan diri, kamu bisa berkomunikasi dengan lebih mudah dengan orang baru. Satu hal yang pasti adalah kamu akan memiliki pemikiran terbuka terhadap masukan seperti kritik.

Cara Jitu Belajar Jerman hanya dalam 30 Hari

Belajar Jerman

Demi berhasil dalam mempelajari bahasa Jerman selama 30 hari, maka kamu perlu mengetahui cara apa saja yang tepat untuk dilakukan. Ada dua cara yang bisa ditempuh siapapun, pertama adalah mengikuti kursus bahasa Jerman dan kedua belajar sendiri. Kedua pilihan ini sangat baik dan kamu tidak perlu khawatir mengeluarkan banyak uang apapun jalur yang diambil.

Perlu diingat bahwa mengikuti kursus tidak selalu harus duduk di dalam kelas bersama peserta lainnya. Kini sudah banyak tempat kursus yang membuka kelas online. Jadi bagi kamu yang super sibuk bisa mempertimbangkan kelas ini.

So, apa saja yang harus kamu lakukan sebagai pemula untuk belajar bahasa Jerman selama 30 hari? Ikuti beberapa cara berikut ini:

Tentukan Target setelah 30 Hari

Langkah pertama adalah menentukan target atau tujuan sehingga kamu akan lebih termotivasi untuk mencapainya. Sebuah tujuan akan memberikan hasil yang masuk akal dan dapat diukur. Misalnya saja kamu menentukan tujuan dalam 30 hari ini kamu akan menguasai 50 kosakata Jerman. Bisa juga dalam satu bulan kamu ingin bisa menguasai percakapan. nah dari sinilah kamu bisa mengukur masing-masing hasil dari tujuan tersebut.

Jika tujuanmu adalah mampu melakukan percakapan, maka 30 hari setelahnya kamu akan dapat berdialog dengan tema tertentu bersama native speaker tanpa menggunakan kamus. Ada banyak jenis tujuan lainnya yang bisa kamu tentukan sejak awal.

Pilih Sumber Materi Belajar

Materi belajar sangatlah penting karena akan menjadi panduan yang diacu selama 30 hari ini. Ada banyak sumber materi yang bisa kamu andalkan yaitu buku grammar bahasa Jerman, kumpulan frasa Jerman dan juga kamus yang lengkap. Pastikan ketiga materi ini kamu miliki dan sudah sesuai dengan tujuan di awal.

Apabila kamu memiliki tujuan untuk bisa memperkenalkan diri atau percakapan maka materi listening sangat dibutuhkan. Kamu bisa mendapatkannya dari buku yang dilengkapi dengan cd. Selain itu, pilih juga aplikasi belajar yang bisa diunduh ke dalam smartphone.

Banyak sekali aplikasi yang juga sudah dilengkapi dengan kamus.Ditambah lagi, aplikasi belajar online juga akan menghubungkan dengan orang lain yang sama-sama sedang belajar. Dengan begitu, akan ada banyak material dan teman belajar.

Belajar Jerman

Membuat jadwal belajar

Kamu juga harus membuat jadwal belajar yang tepat karena waktu yang dimiliki terbatas. Jadwal juga akan menentukan bahwa kamu sudah belajar di jalur yang benar. Daripada harus menghafalkan ratusan kata dalam waktu dua atau tiga jam, akan lebih efektif jika membaginya.

Kamu bisa untuk membuat jadwal belajar 15 menit saja tetapi sering. Selain itu waktu yang sebentar akan meningkatkan motivasi kamu untuk terus belajar. Berikut ini rancangan waktu yang bisa menjadi gambaran untuk diterapkan.

Pagi hari. Luangkan waktu di pagi hari selama 15-30 menit ketika sedang sarapan dengan membaca flashcard. Jika kamu sedang berkendara sebaiknya dengarkan aplikasi. Bisa juga dengan mendengarkan podcast berbahasa Jerman selama perjalanan ke kantor atau sekolah.

Siang hari. Pada saat makan siang, luangkan waktu selama 15-30 menit. Selama waktu tersebut kamu bisa mengulang materi yang dipelajari saat pagi hari. Selain itu, tuliskan 30 frasa yang sudah dihafalkan dan juga kosakata hari sebelumnya.

Sore hari. Dalam perjalan pulang ke rumah kamu bisa mengulangi materi di siang hari. Jika kamu sudah berhasil menulis lebih dari 30 frasa, maka di sore harinya kamu harus mengulangi dengan mengingatnya saja.

Malam hari. Karena waktu di malam hari lebih luas kamu bisa mengambil waktu 1 jam untuk belajar. Pada waktu ini, belajar grammar bahasa Jerman dengan lebih dalam. Kamu juga bisa praktek mengucapkan dan mengartikan setiap frasa. Luangkan lebih banyak waktu untuk berbicara dengan teman online atau menulis email dan menonton acara Jerman.

Fokus pada kosakata yang sering digunakan

Daripada menghabiskan waktu untuk menghafalkan kumpulan kosakata dalam kamus berurutan, kamu bisa memilihnya. Pilih kosakata yang paling sering digunakan serta yang menjadi tujuanmu belajar. Misalnya berhubungan dengan pekerjaan, kebudayaan atau akademik di Jerman. Kosakata yang lebih fokus ini akan memudahkan hafal karena itu yang lebih sering digunakan nanti.

Tips Belajar Bahasa Jerman Dasar untuk Pemula

Apabila semua cara di atas sudah diterapkan berulang selama 30 hari, maka dijamin sebagai pemula pun kamu bisa berhasil mencapai tujuan yang telah dibuat. Setelah itu janganlah berhenti, karena masih banyak materi lainnya yang harus dipelajari.

Baca Juga:  6 Cara Belajar Bahasa Jerman Secara Mandiri Dari Rumah

Memudahkanmu untuk bisa belajar dengan cepat dalam 30 hari, ada beberapa tips yang bisa diikuti sebagai berikut:

Manfaatkan alat yang mempermudah belajar. Kamu perlu mencari alat seperti smartphone untuk mengunduh aplikasi belajar. Tuliskan juga banyak note berbahasa Jerman pada alat sesuai dengan namanya. Dimanapun kamu berada, maka akan selalu membaca dan lama kelamaan akan menjadi hafal.
Jangan lupa bermain. Terlalu kaku dalam belajar juga tidak baik. Cobalah bermain dengan bahasa Jerman. Kini banyak permainan online yang bisa ditemukan. Melalui games, akan lebih banyak kosakata yang dihafalkan.
Sering menonton. Pilih juga cara belajar menyenangkan lainnya dengan banyak menonton film atau acara berbahasa Jerman. Acara tentunya akan sangat menghibur walaupun pada awalnya kamu tidak mengetahui apa yang mereka bicarakan.
Dengarkan musik. Cobalah untuk mendengarkan musik di luar jadwal belajar. Selain alunan lagu bisa menenangkan, kamu juga bisa menirukan nyanyian. Otomatis pelafalan bahasa Jerman akan semakin baik.

Belajarlah bahasa Jerman dengan lebih senang, karena materi akan lebih mudah diserap oleh otak. Maka tujuan belajar bahasa Jerman 30 hari pun akan berhasil.

Ingin Melanjutkan S2 Beda Jurusan? Bisa Nggak ya?

By | Jerman | No Comments

Melanjutkan S2 Beda Jurusan – Masyarakat Indonesia kini sudah mulai sadar betapa pentingnya pendidikan untuk kesejahteraan masa depan. Buktinya kini pendidikan bukan hanya wajib belajar 9 tahun saja, tetapi hingga bangku kuliah. Memenuhi kebutuhan pendidikan maka kini sudah banyak dibangun universitas swasta di berbagai kota.

Pertanyaannya adalah jika kamu sudah lulus dari tingkat sarjana atau S1, apa tahapan selanjutnya? Banyak yang memilih untuk bekerja, tetapi ada juga yang ingin melanjutkan ke tingkat master atau S2. Namun seringkali keinginan untuk melanjutkan bidang pendidikan yang sama berubah.

Alasan mengapa ingin mengambil bidang yang berbeda pun sangat banyak. Bukannya tidak mungkin untuk mengambil jurusan yang berbeda tapi kamu harus mengingat beberapa hal. Pertama, kamu harus paham betul apa yang hendak dipelajari sehingga tidak akan menghambat proses belajar.

Kedua kamu sudah tahu apa yang harus dilakukan setelah lulus nanti. Ingin bekerja dimana dan ilmu tersebut sesuai dengan passion. Jika tidak, lalu untuk apa kamu berubah haluan dalam hal pendidikan? Keputusan untuk merubah jurusan ini tidak bisa diambil semata-mata karena kamu memiliki banyak waktu luang atau uang saja. Banyak yang dipertaruhkan yaitu masa depan.

Baca Juga:  3 Motivasi Sekolah di Jerman Untuk Kuliah S1, S2 dan S3

Apabila kamu sudah menentukan tujuan dan siap, maka tinggal mencari tahu apakah jurusan yang kamu ingin ambil menerima mahasiswa S1 beda jurusan. Selain itu peroleh informasi seluas-luasnya, karena mungkin saja kamu justru berkuliah ke luar negeri. Daripada bingung, yuk simak penjelasannya disini.

Bisakah S1 dan S2 Beda Jurusan di Dalam dan Luar Negeri

Melanjutkan S2 Beda Jurusan

Mungkin masih banyak yang bertanya-tanya, apakah bisa untuk melanjutkan S2 beda jurusan. Faktanya adalah bisa. Dunia akademis tidaklah kaku, mahasiswa tidak wajib untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan jurusan yang sama. Banyak kasus yang tidak hanya terjadi di Indonesia saja, bahwa mahasiswa S1 merasa ‘salah ambil jurusan’.

Pada akhirnya karena salah tersebut, justru keputusan yang diambil adalah salah yaitu ‘drop out’. Sangat disayangkan, karena masuk kuliah S1 di Indonesia tidaklah murah. Padahal tidak ada salahnya jika kamu terus melanjutkan pendidikan S1 hingga lulus. Sambil kuliah, kamu masih memiliki banyak waktu untuk memikirkan untuk lintas jurusan pada S2 nanti.

Siapa tahu juga, setelah belajar S1 di jurusan tersebut, kamu menjadi suka dan mendapatkan peluang karir yang lebih baik. Apapun alasan kamu untuk pindah jurusan, syarat utamanya adalah satu menyelesaikan jenjang S1. Karena itu adalah syarat utama untuk bisa melanjutkan S2 di dalam dan di luar negeri.

Perpindahan jurusan bukan hanya terjadi pada kamu yang merasa tidak ‘sreg’ dengan jurusan. Banyak mereka yang sudah bekerja ingin melanjutkan kuliah S2 karena tuntutan pekerjaan agar bisa naik jabatan. Padahal ijazah S1 yang mereka miliki memiliki jurusan yang berbeda. Misalnya saja mereka memiliki ijazah sarjana seni, tapi sudah bekerja sebagai supervisor di perusahaan retail selama 3 tahun. Maka mereka bisa mengambil kuliah S2 manajemen atau accounting.

Khusus untuk para pekerja, mereka akan lebih mudah untuk masuk ke S2. Penyebabnya adalah mereka telah menjadi seorang profesional di bidang tersebut. Pengalaman kerja akan memberikan kemudahan untuk bisa masuk ke S2 selain dana yang cukup. Jadi bagi kamu yang saat ini sudah bekerja dan ingin kuliah S2 dengan bidang yang sama dengan pekerjaan jangan menunda lagi.

Nah bagi kamu yang belum memiliki pengalaman seperti mereka yang sudah bekerja, maka harus lebih giat lagi dalam bekerja keras. Kamu harus membuktikan bahwa kamu mampu untuk melanjutkan bidang tersebut di tingkat S2.

Persyaratan Mengambil S2 Beda Jurusan

Apa saja sih syarat untuk bisa melanjutkan S2 beda jurusan selain memiliki ijazah S1? Syarat ini tentu saja disesuaikan dengan jurusan yang dipilih. Tapi pada umumnya, syaratnya sama seperti para calon mahasiswa dengan bidang ilmu sama. Seperti misalnya ijazah S1, transkrip, surat kesehatan, dan rencana thesis.

Syarat dokumen tersebut adalah wajib yang nantinya akan diseleksi dalam tahapan administrasi. Jika lolos kamu akan lanjut ke tahapan tes untuk menentukan berhasil masuk dan tidak. Oleh karena itu fokuskan juga pada beberapa dokumen berikut ini:

Tes Bahasa Inggris

Universitas dalam negeri biasanya memberikan syarat tes TOEFL dengan skor 550. Ada juga universitas yang menyelenggarakan tes khusus seperti UGM misalnya, mereka mengadakan tes AcePT untuk calon mahasiswanya. Skor yang dibutuhkan pun berbeda dengan TOEFL. Tes TOEFL yang dibutuhkan pun bermacam-macam bisa ITP atau iBT tergantung jurusan.

Sedangkan untuk universitas luar negeri, tes bahasa Inggris yang dibutuhkan bisa saja TOEFL, IELTS atau tes bahasa sesuai dengan jenis pengantar bahasa yang akan digunakan. Misalnya saja di negara Jerman, biasanya mengharuskan untuk ikut ujian Goethe level B1 atau B2. Skor yang dibutuhkan pada masing-masing universitas pun berbeda.

Tes Potensial Akademik (TPA)

Universitas di Indonesia juga mensyaratkan calon mahasiswanya untuk mengikuti tes TPA. Tes ini semacam tes CPNS yang akan mengukur kemampuan akademik kamu apakah sesuai untuk mengikuti perkuliahan S2. Selain TPA, ada juga yang menyelenggarakan tes sejenis sendiri yaitu di UGM, dengan nama tes PAPs. Rata-rata skor yang harus kamu peroleh dari tes ini adalah 500.

Supaya berhasil, kamu harus mempelajari soal-soal tes TPA dengan baik sehingga mendapatkan skor yang sesuai.

Tes GMAT atau GRE

Jika di Indonesia kemampuan akademik diukur dengan tes TPA, maka berbeda dengan universitas luar negeri. Standar tes yang digunakan adalah GMAT atau GRE. Tes GMA (The Graduate Management Admission Test) ditujukan untuk kamu yang ingin melanjutkan ke S2 manajemen. Nilai skor yang bisa didapatkan adalah 200 hingga 800. Semakin tinggi skornya maka kesempatan diterima akan semakin tinggi.

Sedangkan untuk tes GRE (Graduate Record Examination) adalah syarat tes untuk semua jurusan. Jadi jika kamu ingin lanjut S2 arsitektur, sastra, desain, maka bisa mengikuti tes ini. Skor yang dibutuhkan dalam tes ini berbeda-beda di setiap sesinya.

Pengalaman

Syarat terakhir adalah pengalaman dalam bidang yang ingin ditekuni. Kamu tidak harus mendapatkan pengalaman dari bekerja walaupun itu yang lebih baik. Pengalaman bisa diperoleh dari kursus, magang, atau kamu juga menunjukan penghargaan yang pernah diraih sesuai bidang tersebut.

Peluang Kerja Lulusan S2 yang Paling Banyak Dibutuhkan

Nah setelah lulus S2 apa yang akan kamu lakukan? Jika sebelumnya kamu sudah bekerja, maka setelah mengantongi ijazah S2 kemungkinan untuk naik pangkat terbuka lebar. Tapi bagaimana bagi kamu yang belum memiliki pengalaman kerja?

Jangan khawatir karena peluang untuk sukses berkarir pun masih terbuka lebar sama halnya seperti mahasiswa yang dulunya mengambil S1 di bidang sama.

Beberapa jurusan berikut ini bisa menjadi pertimbangan besar ketika kamu hendak memilih bidang ilmu S2 yang ingin dipelajari. Alasannya adalah peluang kerjanya cukup besar dibandingkan jurusan lainnya.

S2 Bisnis

Bisnis adalah bidang yang sangat luas dalam hal pekerjaan. Memiliki ijazah S2 bisnis mampu membawamu untuk bekerja di perusahaan besar atau mendirikan usaha bisnis sendiri. Setelah lulus kamu akan dianggap sebagai profesional dan memulai karir. Ada beberapa universitas yang menerima siswa lintas jurusan untuk jurusan MBA seperti Universitas Pepperdine di California.

Baca Juga:  Beasiswa Jerman S2 Terbaik yang Tidak Boleh Dilewatkan

S2 Arsitektur

Melanjutkan S2 Beda Jurusan

Seiring dengan pertumbuhan wilayah perkotaan, maka tenaga arsitektur pun dibutuhkan. Jurusan S2 arsitektur juga menerima mahasiswa yang lintas jurusan, jadi kamu masih memiliki kesempatan untuk menekuni bidang ini. Bahkan setelah lulus, bukan hanya dibutuhkan di dalam negeri tapi di luar negeri. Jika kamu ingin cepat masuk ke dunia arsitektur internasional, disarankan untuk mengikuti kuliah S2 arsitektur seperti di Universitas Colorado Denver, atau Universitas Pennsylvania.

S2 Jurnalisme

Jurnalisme adalah bidang yang paling banyak diminati di tingkat S2. Kebanyakan yang memilih jurusan ini, dulunya adalah S2 bahasa Inggris atau sastra. Tapi tidak menutup kemungkinan, bagi kamu yang dulu sekolah hukum atau manajemen untuk belajar jurnalisme kemudian. Peluang karir pun sangat tinggi, karena kini begitu banyak perusahaan media di seluruh dunia yang membutuhkan tenaga kerja di bidang ini.

S2 Keperawatan

Pernah membayangkan untuk bekerja di rumah sakit? Kamu bisa mewujudkannya dengan mengambil S2 keperawatan walaupun dulunya kamu mungkin mengambil jurusan sastra. Kebutuhan profesi perawat cukup tinggi, mengingat pertumbuhan penduduk di seluruh dunia yang kian tahun semakin meningkat. Jika kamu ingin kuliah di luar negeri, S2 keperawatan yang menerima mahasiswa lintas jurusan ada di Universitas Arizona.

Kenali Apa Perbedaan S1 S2 S3 Sebelum Melanjutkan Kuliah

By | Jerman | No Comments

Perbedaan S1 S2 S3 – Wajib belajar 9 tahun adalah program pemerintah Indonesia yang ditulis dalam Undang-Undang. Peraturan yang lahir tahun 1950 ini masih dilaksanakan hingga sekarang. Program dimulai dari SD selama 6 tahun dan SMP 3 tahun. Namun selepas lulus SMP kini anak-anak Indonesia memiliki dua pilihan untuk mengikuti pendidikan di SMA atau SMK selama 3 tahun.

Pendidikan anak-anak ini tidak berhenti di SMA atau SMK saja. Mereka bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu perguruan tinggi. Pada level ini terbagi lagi menjadi tiga tingkatan S1, S2, S3. Jika saat ini baru saja lulus SMA atau SMK maka perlu mengetahui tentang pendidikan seperti apakah yang diajarkan pada ketiga tingkat tersebut.

Perlukah kamu untuk mengikuti ketiganya? Bagaimana cara untuk bisa memasuki ketiga tahapan tersebut? Seperti apakah karir yang bisa didapatkan jika seandainya kamu lulus ketiga-tiganya? Untuk itu penting sekali bagi kamu mengetahui perbedaan S1 S2 S3 sambil memilih jurusan yang ingin diperdalam.

Melihat Perbedaan S1 dan S2 hingga S3 dari 5 Faktor

Semua program pendidikan yang dicanangkan oleh pemerintah baik dari level dasar hingga paling tinggi memiliki tujuan masing-masing. Semua tujuan ini berujung pada agar semua siswa memiliki pengetahuan yang cukup. Walaupun sudah sangat jelas level pendidikan apa saja yang bisa ditempuh, tetapi tidak semua orang tertarik untuk menyelesaikannya hingga akhir.

Baca Juga:  Ini Perbedaan Waktu Indonesia dan Jerman yang Perlu Diketahui

Banyak alasan yang menghambat seperti yang utama adalah masalah ekonomi. Walaupun saat ini kamu memiliki kendala dalam hal ekonomi tidak ada salahnya untuk mengetahui seperti apakah perbedaan pada strata pendidikan yang lebih tinggi. Karena saat ini juga banyak beasiswa dari pemerintah maupun swasta yang bisa kamu ikuti. Jadi keinginan untuk melanjutkan studi bisa terwujud, bahkan hingga ke luar negeri.

Secara umum, ada lima faktor yang bisa diperhatikan untuk membedakannya. Faktor ini adalah syarat untuk mengikuti program, lama waktu perkuliahan, syarat kelulusan, gelar yang didapatkan dan karir di masa depan. Yuk cermati seperti apakah perbedaan S1 S2 S3 melalui ulasan berikut ini.

Program S1

Program ini disebut juga sebagai sarjana (undergraduate degree) yang dimiliki oleh semua university baik pemerintah atau swasta. Mampu menyelesaikan program ini artinya kamu telah sukses dalam menguasai pendidikan secara umum dan juga luas dengan fokus tertentu. Semua orang bisa mengikuti program ini asalkan memenuhi persyaratannya.

Syarat utama yang dibutuhkan adalah telah menyelesaikan SMA atau SMK dengan nilai minimum yang dipersyaratkan pada masing-masing universitas. Namun di Indonesia nilai saja tidak cukup, kamu juga harus mengikuti tes masuk dalam bentuk tertulis. Nilai yang dilihat berhubungan dengan jurusan yang diambil. Misalnya kamu akan melanjutkan kuliah kedokteran maka nilai mata pelajaran seperti kimia dan biologi akan menjadi acuan.

Lama waktu menyelesaikan program sarjana adalah empat tahun dan paling lama adalah tujuh tahun. Selama waktu perkuliahaan seorang mahasiswa akan menyelesaikan setidaknya 144 hingga 152 sks. Mahasiswa juga bisa menyelesaikan kuliah lebih cepat yaitu 3,5 tahun dan akan mendapat predikat cumlode jika memiliki nilai terbaik.

Mahasiswa akan mendapatkan gelar Sarjana yang disingkan ‘S’ kemudian diikuti inisal jurusan. Misalnya saja Sarjana Sains (S.Si), Sarjana Psikologi (S. Psi), Sarjana Komunikasi (S.Kom), Sarjana Kedokteran (S. Ked). Syarat utama menyelesaikan pendidikan Sarjana adalah memiliki nilai IPK minimal 2.00 tanpa ada nilai E.

Syarat lainnya adalah menyelesaikan Tugas Akhir atau Skripsi tanpa nilai C. Jika memenuhi syarat ini sebelum masa perkuliahan berakhir yakni 7 tahun dengan maksimal 14 semester maka mahasiswa dapat dinyatakan lulus. Beberapa jurusan mungkin akan memberikan syarat khusus seperti beberapa mata kuliah yang harus memiliki nilai A.

Setelah lulus dan mendapatkan gelar sarjana, lalu bagaimana nasib para mahasiswa ini? Jika lulus maka bisa saja langsung bekerja atau melanjutkan pendidikan S2. Sebagian besar perusahaan memiliki syarat utama calon karyawannya memiliki pendidikan minimal S1. Tentu posisi yang didapatkan bukan hanya staff biasa tetapi lebih fokus sesuai dengan bidang yang dipelajari.

Misalnya saja kamu mempelajari tentang teknologi maka posisi seperti teknisi IT bisa didapatkan. Lebih banyak lapangan pekerjaan yang membutuhkan pendidikan sarjana dibandingkan SMA, jadi peluang karir tentunya lebih tinggi.

Program S2

Bagi kamu yang belum ingin bekerja atau sudah bekerja dan ingin memperdalam ilmu sebelumnya bisa melanjutkan pada program S2 atas Master. Mungkin saat ini kamu belum memikirkannya, tapi kian hari trend untuk memiliki pendidikan hingga jenjang S2 sudah mulai meluas. Banyak karyawan yang ingin meningkatkan jabatan harus mengikuti program ini.

Saat ini universitas juga sudah memiliki program S2 bagi mahasiswa S1 yang ingin langsung melanjutkannya. Persyaratan masuk ke S2 juga cukup kompetitif seperti mendapatkan surat rekomendasi dari dosen, lulus program sarjana dan juga mendapatkan nilai A hingga B pada mata kuliah tertentu.

Syarat ini masih ditambah lagi dengan rancangan tesis atau tema tesis yang ingin dibahas nantinya. Semua harus dijelaskan ketika tes masuk berupa wawancara. Waktu perkuliahan yang ditempuh pun lebih pendek yaitu sekitar 1.5 tahun hingga 2.5 tahun. Selama perkuliahan ada banyak kegiatan yang dilakukan seperti teori dalam kelas dan riset yang tergabung dalam 9 SKS hingga 12 SKS.

Ada banyak yang harus diperhatikan jika ingin menyelesaikan S2 dengan lebih cepat. Secara umum syarat kelulusan adalah menerbitkan karya ilmiah yang diterbitkan sebagai jurnal nasional hingga internasional. Karena alasan inilah maka syarat masuk harus menyertakan tema tesis yang ingin dibahas.

Penulisan gelar setelah menyelesaikan program S2 adalah dimulai dengan ‘M’ yang artinya adalah ‘Master’ kemudian diikuti dengan inisial dari bidang studi. Contohnya adalah Magister Administrasi Pendidikan (M.A.Pd.), Magister Desain (M.D.s.), Magister Hukum (M.H), Magister Ilmu Politik (M.I.Pol.).

Lulus dari program S2 akan lebih mudah untuk mendapatkan karir yang lebih baik lagi khususnya secara internasional. Di antara banyak perusahaan ada yang memiliki syarat minimal memiliki gelar Master pada bidang tertentu. Misalnya saja pendidikan untuk menjadi dosen atau guru. Selain itu, program ini menjadi syarat utama untuk melanjutkan ke program S3.

Melalui penjelasan ini sudah sangat jelas perbedaan S1 dan S2 dimana waktu kuliah lebih singkat dan fokus pada bidang tertentu. Berbeda dengan S1 dimana ilmu yang dipelajari lebih luas dan secara umum. Menyelesaikan S2 artinya kamu akan menjadi seorang profesional di bidang tersebut.

Baca Juga:  Keuntungan Beasiswa S2 Jerman Program Seni dan Desain

Program S3

Pada tahapan terakhir di perguruan tinggi program S3 atau yang disebut sebagai ‘doktor’ ini dilaksanakan. Secara umum persyaratan untuk mengikuti program ini adalah nila kandidat pada tingkat S1 dan S2. Namun persyaratan juga bisa disesuaikan dengan sumber dana. Jika kamu berencana untuk mendanai perkuliahan secara mandiri kemungkinan nilai yang dibutuhkan lebih rendah.

Tetapi jika sumber dana berasal dari sebuah lembaga maka nilai yang dibutuhkan akan lebih tinggi lagi. Nilai akan menyesuaikan syarat dari lembaga yang akan mendanai semua perkuliahan hingga penelitian. Waktu yang ditempuh untuk menyelesaikan program S3 adalah tiga tahun dan paling lama empat tahun.

Selama waktu tersebut mahasiswa harus menyelesaikan penelitian yang telah diajukan sebagai tesis atau disertasi. Hasil dari penelitian tersebut akan menjadi syarat kelulusan.
Syarat kelulusan juga bervariasi di setiap negara. Ada yang memberikan syarat dengan menerima portofolio dari makalah yang diterbitkan. Sebagian yang lain perlu menambahkan kursus tertentu.

Mahasiswa juga harus menyajikan hasil penelitian di hadapan sejumlah kecil penguji atau seminar besar. Selesai program S3 maka gelar yang didapatkan adalah Ph.D (Doctor of Philosophy), Ed.D (Doctor of Education), Sc. D( Doctor of Science), Th.D (Doctor of Theology), dan masih banyak lagi.

Hasil dari menyelesaikan program S3 bukan lagi mencari pekerjaan dan bekerja sebagai profesional seperti S2. Penelitian yang telah dilakukan selama tiga hingga empat tahun tersebut akan memberikan kontribusi besar untuk masyarakat dan masa depan. Jadi untuk menyelesaikan program ini merupakan tantangan yang terbesar.

Sudah paham bukan apa saja perbedaan S1 S2 S3. Jadi hingga tingkat manakah kamu akan melanjutkan pendidikan? Jika sampai S3 sebaiknya persiapkan diri dari sekarang.

Menyorot Perbedaan Jerman Barat dan Jerman Timur Di Masa Sekarang

By | Jerman | No Comments

Perbedaan Jerman Barat dan Jerman Timur – ‘Apa yang menjadi satu akan berkembang bersama’, merupakan kalimat dari kanselir Jerman Willy Brandt di tahun 1989, tepat sebelum Jerman bersatu. Ketika Jerman bersatu kembali 30 tahun yang lalu, euforia dan rasa optimisme masyarakat meningkat. Pada saat itu kanselir Helmut Kohl menjanjikan untuk mengembangkan negara.

Seperti apakah potret dari kehidupan masyarakat Jerman saat ini setelah bersatu? Apakah janji dari Kanselir Helmut Kohl telah terlaksanakan? Keadaan kedua negara yang telah bersatu ini pun dapat dilihat dari sebut laporan studi berjudul ‘How Reunification is going’ dari The Berlin Institute for Population and Development.

Melalui studi tersebut muncul sebuah kesimpulan bahwa setengar dari masyarakat Jerman percaya adanya perbedaan antara Ossis yaitu orang Jerman Timur dan Wessis atau orang Jerman Barat. Perbedaan dianggap lebih besar daripada persamaan, walaupun bangsa Jerman yang terpecah telah tumbuh bersama kembali.

Reiner Klingholz yang merupakan direktur dari The Berlin Institute for Population and Development pun berpendapat bahwa perlu satu generasi lagi hingga akhirnya Jerman kembali bisa tumbuh bersama. Hingga saat ini masih banyak masyarakat Jerman Barat yang belum pernah ke wilayah Timur. Walaupun masyarakat Jerman Timur sudah banyak yang tinggal di wilayah Barat.

Perbedaan Jerman Barat dan Jerman Timur

Ada beberapa indikator yang bisa digunakan untuk dilihat perbedaan Jerman Barat dan Jerman Timur di masa saat ini. Berikut ini sekilas tentang perbedaan yang masih terjadi.

Perbedaan Kondisi Perekonomian

Indikator pertama yang bisa menjadi tolak ukur adalah tingkat perekonomian di tengah masyarakat. Jerman memang terkenal sebagai negara dengan ekonomi paling maju di Eropa, tapi masyarakat Wessis atau Ossis kah yang menjadi penyumbang terbesar? Masyarakat bekas Jerman Barat memiliki jumlah kekayaan yang terus meningkat dibandingkan penduduk di wilayah Timur.

Baca Juga:  4 Nama Kota di Jerman yang Terkenal Dengan Industrinya

Jumlah orang terkaya di seluruh Jerman sebesar 500, dimana wilayah timur hanya menyumbang sebesar 21 orang dan 14 di Berlin. Jika dilihat dari kekayaan kota, maka wilayah Timur hanya memiliki satu kota yaitu Jena. Ukuran ekonomi ini juga disebabkan upah di wilayah Timur yang lebih rendah, jumlahnya 20800 euro per bulannya.

Jumlah upah di Timur adalah ⅔ dari upah masyarakat di Barat. Oleh karena itu nilai properti di bekas Jerman Timur hanya bernilai setengah dari wilayah Barat. Nilai kekayaan orang di Barat bisa mencapai 153.200 per orangnya, sedangkan rumah tangga di Timur saja tidak sampai setengahnya. Aset bersih penduduk Jerman Timur adalah 110.000 euro dan sudah dianggap 10% orang terkaya.

Perbedaan Produktivitas Industri

Pada tahun 1991 setelah reunification, produktivitas di bekas wilayah Timur mencapai 70% daripada wilayah Barat. Jumlah tersebut meningkat hingga tahun 2012 menjadi 73%. Walaupun produktivitasnya tinggi, tapi kepemilikan pabrik adalah milik orang Jerman Barat. Banyak sekali perusahaan milik orang Jerman Timur yang bekerja secara tidak efisien sehingga terjadi pembelian besar-besaran oleh masyarakat Jerman.

Tidak ada satupun dari 30 perusahaan yang terbesar terdaftar sebagai pasar saham Jerman Timur. Para ahli menyatakan bahwa perusahaan dalam bentuk industri yang besar berbasis di Jerman Barat. Sedangkan untuk sentral industri menengah atau kecil-kecilan berada di Jerman Timur. Misalnya saja pertanian atau pemrosesan daging dan penggilingan.

Dilihat dari perbedaan produktivitas saja sudah bisa ditebak bahwa untuk kedepannya perbedaan upah yang besar akan terus menerus terjadi. Bahkan diprediksi akan terus memburuk.

Perbedaan Kondisi Wanita

perbedaan jerman timur dan jerman barat

75% wanita di Jerman Timur merupakan pekerja dan jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan Jerman Barat yang hanya mencapai 70% saja. Hal ini terjadi karena adanya warisan sosialis dimana wanita didorong untuk bekerja dan bangga akan pekerjaannya. Tapi pada kenyataannya, wanita harus bekerja dengan penuh tekanan sekaligus menjalankan kewajiban rumah tangga. Fakta ini masih jarang diakui hingga sekarang.

Karena tuntutan pekerjaan itulah, fasilitas pengasuhan anak di wilayah Timur lebih banyak dan unggul. Bahkan setiap anak dengan umur di bawah tiga tahun akan berada di kamar bayi. Menurut jejak pendapat yang terjadi tahun 1994, banyak anak-anak dibawah usia sekolah menderita ketika ibu mereka bekerja.

Tidak berhenti di situ saja, wanita Jerman Timur akan kembali bekerja lebih cepat setelah melahirkan daripada rekan wanita di Jerman Barat. Tidak hanya pada pekerjaan utamanya, wanita Jerman Timur juga harus bekerja paruh waktu dengan waktu lebih lama yaitu enam jam.

Perbedaan Consumer Goods

Barang-barang yang dikonsumsi merupakan daya tarik utama bagi masyarakat Jerman Timur setelah tembok Berlin runtuh. Beberapa produk seperti jeans Levis, coklat Milka dan handycam adalah produk yang banyak disukai. Bahkan beberapa produk sangat populer dan diperjualbelikan di supermarket seperti sabun cuci piring merk Spee, Rotkäppchen Sekt dan mustard Bautz’ner.

Peningkatan penjualan consumer good meningkat secara drastis, pada tahun 2014 hanya 34% dan tahun 2017 menjadi 42%. Masyarakat Jerman Timur lebih banyak menghabiskan uang mereka untuk berbelanja makanan yang diawetkan. Sedangkan masyarakat jerman Barat lebih suka makanan yang fresh seperti ikan. Sedangkan untuk produk yang sama-sama dikonsumsi dengan jumlah sama adalah tv dan telepon.

Perbedaan Agama yang Dianut

Agama adalah hal yang penting bagi orang-orang bekas Jerman Barat daripada penduduk Timur. Enam dari sepuluh orang dewasa dari Jerman Barat menyatakan bahwa agama cukup penting dalam kehidupan mereka. Pernyataan ini berbanding terbalik dengan masyarakat Jerman Timur yang menganggap agama sama sekali tidak penting.

56% penduduk Jerman Barat menyatakan juga bahwa Tuhan memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan mereka. Sedangkan 72% penduduk bekas Jerman Timur tidak sependapat. Perbedaan ini yang akhirnya membuat Jerman kini memiliki populasi masyarakat yang tidak menganut agama lebih besar.

Perbedaan Sikap terhadap Kaum Minoritas

Seperti yang kita ketahui pada zaman pemerintahan Nazi, kaum Yahudi banyak dimusnahkan. Nah bagaimana tanggapan masyarakat Jerman sekarang? Masyarakat di bekas Jerman Timur masih memiliki pandangan yang buruk akan kaum minoritas khususnya Yahudi daripada masyarakat bekas Jerman Barat.

Baca Juga:  5 Syarat Bekerja Di Jerman dan Kisaran Gaji di Jerman

Pandangan terhadap kelompok minoritas tidak hanya terjadi pada kaum Yahudi tetai juga umat muslim. Perbedaannya pandangan yang menentang dan tidak adalah 36% dan 22% terhadap umat muslim. Sedangkan pandangan terhadap kaum Yahudi yang menentang dan tidak adalah 12% dengan 5%.

Perbandingan Tingkat Pendidikan

Beda Negara Jerman Timur dan Barat

Perbedaan Jerman Barat dan Jerman Timur terakhir adalah soal pendidikan. Dimana masyarakat wilayah Timur lebih unggul dibandingkan Barat. Di antara 16 negara bagian Jerman, bekas wilayah Jerman Timur memiliki pendidikan yang teratas. Banyak ahli yang menyatakan bahwa unggulnya pendidikan di Jerman Timur akibat dari sistem pendidikan GDR yang dulunya diterapkan.

Beberapa ranah pendidikan yang sangat dikuasai adalah matematika, ilmu alam, kimia, biologi dan fisika. Karena tingkat pendidikan yang tinggi inilah membuat jumlah imigran lebih sedikit bagi masyarakat yang sekolah di Jerman Timur. Selain itu investasi pendidikan meningkat di wilayah ini sejak tahun 1990.

contoh percakapan bahasa jerman sehari hari

Contoh Percakapan Bahasa Jerman Sehari Hari Dan Artinya

By | Jerman | No Comments

Contoh Percakapan Bahasa Jerman Sehari Hari – Belajar bahasa tanpa praktek sangat sia-sia, karena ilmu yang Anda akan hilang perlahan-lahan. Namun sebaliknya jika Anda selalu berusaha menggunakan atau mengaplikasikan bahasa yang Anda pelajari, maka akan semakin banyak kosa kata baru yang akan Anda pahami.

Untuk itu jika Anda sudah mulai mempelajari kosa kata bahasa Jerman, cobalah untuk membuat contoh percakapan bahasa Jerman sehari hari yang sederhana.

Untuk contoh percakapn bahasa Jerman sehari hari bisa Anda pelajari pada contoh percakapan bahasa Jerman sehari hari tentang hobi, dan contoh percakapan bahasa Jerman sehari hari tentang hobi berikut ini :

Contoh Percakapan Bahasa Jerman Sehari Hari Tentang Hobi

contoh percakapan bahasa jerman tentang hobi

Luna: Seit wann malst du gerne?
Dita: Ich habe seit der Grundschule gern gemalt, also habe ich auf die Rückseite des Notizbuchs gekritzelt und alles gemalt, was ich gesehen habe. Meine Mutter war deshalb oft wütend, weil mein
Buch voller Gemälde war, und seitdem hat sie immer ein Malbuch zur Verfügung gestellt, damit ich kreativ sein konnte, aber manchmal Als der Lehrer unterrichtete und ich nicht verstand, entschied ich mich, wieder in der hinteren Schrift zu malen.

Luna: Hast du also das Bestreben oder nicht dein Hobby, später dein Beruf zu werden?

Dita: Ja, natürlich werden Hobbys, die als Beruf eingesetzt werden, mehr Einfluss erhalten, weil wir dies von ganzem Herzen tun und es für jede Arbeit ein Gefühl der Zufriedenheit gibt.

Baca Juga:  Contoh Percakapan Bahasa Jerman Tentang Sekolah

Luna: Das stimmt, aber mein Hobby ist Reisen, wie kann es ein Beruf sein?

Dita: Das ist besser, du kannst deine Reise dokumentieren und in Form von Videos oder Texten hochladen. Jetzt können Blogger und YouTuber vielversprechende Berufe sein, die wichtig sind, ernst genommen zu werden.
Luna: Später bearbeite ich das Video und das Foto, die ich zuerst dokumentiert habe.

Artinya :

Luna : Sejak kapan kamu menyukai seni lukis?
Dita : Aku suka melukis sejak SD , jadi dulu aku suka mencoret-coret buku tulis bagian belakang dan melukis apa saja yang kulihat, jadi ibuku sering marah karena bukuku penuh lukisan, dan sejak itu ibu selalu menyediakan buku gambar supaya aku bisa berkreasi, tetapi kadang saat guru mengajar dan aku tidak mengerti, aku memilih melukis lagi dibuku tulis bagian belakang.

Luna : Jadi kamu punya cita-cita gak hobi mu ini jadi profesimu nanti?
Dita : Ya tentu saja, hobi yang dijadikan profesi akan lebih maksimal hasilnya karena kita akan melakukannya sepenuh hati dan ada rasa puas tersendiri untuk setiap karya.

Luna : Benar juga yah, tetapi hobi ku jalan-jalan, gimana bisa jadi profesi?
Dita : Justru itu lebih bagus, kamu bisa dokumentasi perjalananmu dan upload dalam bentu vide atau tulisan, sekarang kan blogger dan youtuber itu bisa jadi profesi yang menjanjikan yang penting diseriusi.

Luna : Nanti deh, aku akan edit dulu video dan foto yang kudokumentasi.

Contoh Percakapan Bahasa Jerman Sehari Hari Tentang Lagu

contoh percakapan bahasa jerman tentang sekolah
Risa: Aldo scheint es sehr einfach zu sein, die Gitarre für jeden Song zu lernen, den er gerade gehört hat, das ist großartig.
Mona: Ja, wenn Dinge wie Hobbys einfacher sind. Probieren Sie es mit Ihren Hobbys aus, Sie werden es nie schwer finden und sind immer von neuen Dingen abhängig.

Risa: Richtig, ich lese gerne und wenn ich mich bereits für das Thema des Buches interessiere, werde ich es so dick wie alles andere durchlesen.
Mona: Das ist ein Hobby, es wird sich sehr einfach und gerne anfühlen.

Artinya :

Risa : Aldo sepertinya sangat mudah mempelajari kunci gitar untuk tiap lagu yang baru dia dengar, hebat ya.
Mona : Ya, kalau yang namanya hobi semua akan lebih mudah dilakukan. Coba saja kamu dengan hobimu pasti kamu tidak pernah merasa kesulitan untuk melakukannya, dan selalu tertangtang untuk hal baru.

Risa : Benar juga sih, aku hobi baca dan kalau aku sudah tertarik dengan topik bukunya aku akan baca sampai tuntas setebal apapun itu.
Mona : Itulah hobi, akan terasa sangat mudah dan senang melakukannya.

Contoh Percakapan Bahasa Jerman Sehari Hari Tentang Sekolah


Arjun: Hast du ein Punktesystem an deiner Schule?
Dona: Nein, was bedeutet das Punktesystem?

Arjun: Das Punktesystem sieht also so aus, dass es Additions- und Subtraktionspunkte gibt, um Schüler zu disziplinieren. Wenn Sie zum Beispiel zu spät zur Schule kommen, wird die Tür um 10 Punkte gekürzt, und wenn Sie von den Eltern ohne Vorankündigung abwesend sind, erhalten Sie ebenfalls 10 Punkte, und für diejenigen, die an Prüfungen schummeln, werden minus 50 Punkte berechnet.

Dona: Und wenn es schon viele Minuspunkte gibt?
Arjun: Du bleibst klasse, wenn dein Punkt unter 60 liegt.

Baca Juga:  Contoh Percakapan Perkenalan Bahasa Jerman 2 Orang

Dona: Es muss auf diese Weise sehr diszipliniert sein. Wenn wir also das Pint erhöhen wollen, damit wir nicht im Unterricht bleiben müssen, was machen wir dann?
Arjun: Sie müssen ein tägliches Testergebnis mit einem Wert von 100 erhalten. Bei einem Wert von 100 können Sie 10 Punkte erhalten, oder Sie können ein Buch lesen und bei einem Buch, das Sie bewerten, können Sie 10 Punkte erhalten.

Artinya :

Arjun : Disekolahmu ada sistem point tidak?
Dona : Tidak, sistem point maksudnya seperti apa?

Arjun: Jadi sistem point itu adalah, ada penambahan dan pengurangan point untuk mendisiplinkan siswa. Misalnya untuk datang terlambat sekolah, pintu akan dikurangi 10, dan kalau absent tanpa pemberitahuan dari orangtua akan di point juga 10, dan untuk yang mencontek saat ujian akan minus point 50.

Dona : Jadi kalau sudah banyak minus point bagaimana?
Arjun : Kamu tinggal kelas kalau pointmu sudah dibawah 60.

Dona : Sangat disiplin pastinya dengan cara itu, lalu kalau kita ingin menaikkan pint supaya tidak sampai tinggal kelas bagaimana?
Arjun : Kamu harus dapat nilai ulangan harian dengan nilai 100, untuk satu kali nilai 100 kamu dapat 10 point, atau kamu bisa baca buku dan 1 buku kamu resensi dapat 10 point.

gelar s2 luar negeri

Kumpulan Gelar S2 Luar Negeri Terpopuler yang Perlu Diketahui

By | Jerman | No Comments

Gelar S2 Luar Negeri – Beberapa puluh tahun yang lalu seseorang bisa menjadi sukses hanya dengan lulus sekolah menengah atas atau diploma saja. Saat ini kebanyakan orang akan puas ketika mereka menempuh pendidikan hingga jenjang S1 dan memasuki dunia kerja dengan lebih mudah. Kian lama, persaingan di lapangan kerja pun semakin ketat dan banyak orang ingin bisa lulus ke pendidikan yang lebih tinggi.

Alasan menempuh pendidikan tinggi adalah mendapatkan gaji dan taraf hidup yang lebih baik. Disamping itu juga kebanyakan perusahaan banyak yang menuntut pegawai mereka untuk mendapatkan pendidikan tinggi bahkan ke tingkat S2. Menurut sensus yang dilakukan di negara Amerika 21 juta orang di sana adalah lulusan S2. Jumlah tersebut merupakan 21% orang dewasa dan diprediksi meningkat setiap tahunnya.

Melihat kenyataan ini, masihkah kamu ragu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Selama masih bisa mengapa tidak?

Nama-Nama Gelar S2 Luar Negeri Paling Populer

nama gelar s2 luar negeri
Pendidikan S2 lebih bervariasi dibandingkan dengan S1, jadi manakah yang tepat untuk kamu pilih? Masing-masing memiliki tujuan yang lebih spesifik, walaupun ada juga yang paling banyak seperti S2 seni dan bisnis. Namun pendidikan S2 terbagi menjadi dua tipe yaitu berbasis pengajaran dan kedua adalah riset.

S2 yang berbasis pengajaran memiliki struktur berbentuk modul yang diajarkan melalui kelas, seminar, laboratorium atau pengajaran jarak jauh. Sedangkan yang berbasis riset menuntut mahasiswa untuk menyelenggarakan program riset mereka sendiri. Kebanyakan program berbasis riset membutuhkan waktu yang lebih lama untuk lulus.

Apa saja gelar S2 luar negeri yang sebaiknya kamu pilih? Untuk mengenal lebih lanjut berikut nama-nama gelar yang populer.

1. MBA (Master of Business Administration)

Gelar MBA adalah yang paling santer didengar. Mungkin jika kamu melamar pekerjaan di suatu perusahaan, maka akan mengenal gelar ini di salah satu atasan. Apa sih artinya? Gelar ini diberikan untuk mahasiswa yang memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam karirnya di bisnis dan manajemen. Ketika berkuliah di luar negeri mereka akan mempelajari tentang berbagai aspek bisnis dan mengizinkan mereka untuk belajar beragam jenis karir.

Meraih gelar ini dibutuhkan waktu setidaknya 3 tahun. Jika kamu tertarik, maka bisa juga memiliki kombinasi MBA dengan spesialis di bidang akuntansi atau keuangan. Beberapa gelar yang terkait adalah Master of Professional Accountancy (MPAcc) dan Master of Science in Information Systems (MSIS).

2. MA (Master of Arts)

Gelar ini biasanya diberikan pada mahasiswa yang mempelajari salah satu bidang dalam seni. Misalnya seperti literatur, geografi, sejarah, musik, komunikasi, hingga pendidikan dan bahasa. Para kandidat akan mempelajari berbagai kombinasi materi dan juga seminar. Semuanya materi akan diperdalam dalam disertasi atau riset mandiri yang mereka selenggarakan.

Baca Juga:  Pentingnya Ikut Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

3. MS, MSc (Master of Science)

Gelar ini biasanya diberikan dalam disiplin ilmu yang termasuk dalam biologi, teknik, kesehatan, statistik serta kimia. Bidang seperti ekonomi serta science pun berada diatas jurusan ini. Keputusan penggunaannya tergantung dengan kebijakan masing-masing perguruan tinggi. Ada perbedaan dengan gelar MA diatas yaitu gelar Master of Science memiliki penelitian yang lebih dalam sehingga bobotnya dianggap lebih tinggi.

4. MPA (Master of Public Administration)

Gelar ini hampir mirip dengan MBA hanya saja fokus yang dipelajari lebih ke arah sektor umum dibandingkan swasta. Mahasiswa akan mempelajari tentang lingkungan, admin internasional dan sains. Semuanya dipelajari untuk tujuan bekerja sama dengan pemerintah atau non pemerintah seperti LSM. Beberapa elemen akademik digabungkan dan memiliki fokus pada analisis kebijakan dan manajemen.

Beberapa gelar magister lainnya yang termasuk dalam MA adalah Public Policy (MPP), Master of Urban Planning (MUP), Master of International Affairs (MIA) dan Master of Public Affairs (MPA).

5. MPH (Master of Public Health)

Elemen akademik profesional yang diajarkan adalah interdisipliner pada bidang kesehatan masyarakat. Mahasiswa akan belajar bagaimana cara memantau, mendiagnosis dan mengatur kesehatan masyarakat dengan kebijakan publik. Bidang-bidang yang dipelajari adalah kesehatan global, kesehatan kerja, epidemiologi, ilmu gizi. Gelar ini biasanya didapatkan untuk perguruan tinggi yang telah terakreditasi.

6. MEng (Master of Engineering)

gelar s2 luar negeri terkenal
Pada tingkatan ini mahasiswa akan belajar dengan fokus pada teori serta praktek. Bisa juga materi yang diajarkan justru fokus dalam mempersiapkan mahasiswa agar dapat bekerja di bidang teknik yaitu menjadi profesional. Biasanya program ini akan mengharuskan mahasiswa untuk mempublikasikan ke dalam jurnal industri. Sehingga terdapat pelatihan industri atau di laboratorium untuk bisa lulus.

7. M.Arch (Master of Architecture)

Gelar S2 luar negeri yang juga cukup populer adalah bidang arsitektur. Seseorang yang berhasil meraih gelar ini pastinya telah melalui banyak pembelajaran. Seperti praktek kerja dengan magang.

Ditambah lagi dengan ujian akhir menggunakan thesis atau tugas akhir berupa proyek untuk menerima lisensi. Beberapa subjek yang dipelajari adalah desain, ilmu bangunan, teknik struktural, sejarah dan teori atau praktek arsitektur.

8. MLS, MLIS, MSLS (Master of Library Science)

Gelar ini dirancang khusus untuk siswa mempelajari tentang perpustakaan. Mahasiswa akan dipersiapkan dengan segala materi baik itu pengetahuan akademik dan juga profesional. Biasanya gelar ini didapatkan pada perguruan tinggi yang sudah terakreditasi. Bagi kamu yang ingin menjadi pustakawan di Amerika dan Kanada maka wajib memiliki gelar ini.

Baca Juga:  Beasiswa Jerman S2 Terbaik yang Tidak Boleh Dilewatkan

9. LLM (Master of Laws)

Gelar ini harus dimiliki kamu yang ingin menjadi profesional di bidang hukum. Belajar untuk mendapatkan gelar ini maka setiap mahasiswa harus mengkombinasikan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk menjadi seorang pengacara. Tentu saja dibutuhkan riset yang lebih mendalam pada bidang hukum tertentu jika ingin lulus.

10. MEd, MSEd, MIT, MAEd, MAT (Master of Education)

Untuk mendapatkan gelar ini, mahasiswa dipersiapkan untuk meniti karir di dunia pendidikan nantinya. Beberapa mahasiswa akan belajar agar bisa menjadi pengajar yang bersertifikat.

Beberapa yang belajar untuk meraih gelar ini adalah guru yang sudah memiliki pengalaman di bidang pengajaran. Seperti bidang kurikulum, pengajaran, pendidikan khusus, konseling hingga administrasi. Khusus untuk gelar MIT dan MAT biasa dipilih untuk kamu yang ingin mengajar di sekolah umum.

Jadi ingin melanjutkan pendidikan S2 setelah membaca gelar-gelar ini? Manakah yang akan kamu pilih? Jangan lupa juga cermati apa saja syarat yang dibutuhkan untuk bisa melanjutkan ke S2. Kebanyakan syaratnya sangatlah spesifik untuk beberapa bidang studi. Bisa saja untuk berhasil masuk kamu tidak harus lulusan S1 atau memiliki pengalaman kerja sebelumnya.

Satu syarat umum yang pasti akan dinilai adalah kemampuan kamu menguasai bahasa Inggris atau bahasa di negara tersebut. Kamu perlu membuktikannya dengan mengikuti tes IELTS atau TOEFL untuk bahasa Inggris. Sedangkan syarat lain yang perlu diperhatikan khususnya bidang manajemen yaitu kemampuan berhitung dalam bahasa Inggris.

Kemampuan tersebut nantinya perlu dibuktikan dengan hasil tes GMAT (Graduate Management Admission Test). Tunggu apalagi, persiapkan diri kamu dari sekarang.

cara mendapatkan beasiswa s2 luar negeri

Cara Mendapatkan Beasiswa S2 Luar Negeri Tanpa IPK Tinggi

By | Jerman | No Comments

Cara Mendapatkan Beasiswa S2 Luar Negeri – Apa sih kendala saat kamu ingin kuliah ke luar negeri? Prestasi, biaya atau justru kamu kurang percaya diri? Jika impianmu adalah bisa belajar di luar negeri dan bekerja di sana, maka berusahalah dari sekarang. Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulainya.

Banyak juga mahasiswa yang mungkin tidak kepikiran untuk pergi kuliah di luar negeri. Tapi karena ketekunan dan terus berusaha tanpa henti akhirnya impian tersebut dapat diwujudkan. Beasiswa adalah salah satu jalan keluar yang sangat membantu. Masalah finansial yang tadinya menghambat dapat diselesaikan dengan mudah.

Beasiswa yang bisa didapatkan pun tidak terbatas hanya terdapat pada satu atau dua negara saja. Hampir di setiap negara tujuan kuliah selalu menyediakan beasiswa. Pemerintah di setiap negara telah membuka kesempatan besar bagi mahasiswa dari seluruh dunia untuk kuliah di negara mereka.

Kesempatan inilah yang tidak boleh dilewatkan, bahkan di antara syarat yang harus dipenuhi IPK tidak menjadi syarat utamanya. Penasaran apa saja beasiswa yang bisa kamu dapatkan dan bagaimana cara agar berhasil? Simak selengkapnya disini.

Langkah Mendapat Beasiswa S2 Luar Negeri Jerman dan Negara Lainnya

beasiswa s2 luar negeri jermanDi antara beberapa negara di dunia, Jerman menjadi negara nomor tiga yang menyediakan banyak beasiswa khusus untuk mahasiswa di negara berkembang. Bukan hanya beasiswa, kuliah di universitas negeri Jerman saja tidak perlu biaya yang banyak. Pemerintah Jerman telah membebaskan mahasiswa dari biaya kuliah yang sangat mahal.

Alasan Jerman menjadi negara tujuan kuliah adalah perekonomiannya yang sangat kuat. Lulus sebagai mahasiswa Jerman akan menjamin karir internasional di masa depan. Selain Jerman negara kedua adalah Inggris, dimana pengajaran di Inggris telah diakui di dunia. Negara nomor satu adalah Amerika yang sangat sudah jelas sebagai negara termaju di seluruh dunia.

Baca Juga:  Cara Mendapatkan Beasiswa Luar Negeri ke Jerman

Semua negara ini menyediakan beasiswa S2 luar negeri yang bisa kamu capai. Misalnya saja Jerman dengan beasiswa DAAD yang diadakan oleh pemerintah. Sedangkan untuk Inggris memberikan beasiswa Chevening dan Amerika menyediakan Fulbright. Apa saja langkah yang harus kamu lakukan untuk mendapatkan beasiswa ini?

– Mencari bidang yang ingin dipelajari

Bagi kamu yang sudah menyelesaikan studi S1 maka akan lebih mudah untuk menentukan bidang apa yang ingin dipelajari ketika S2. Carilah bidang yang ingin ditekuni, jika ingin mudah pilih yang sesuai dengan pendidikan sebelumnya. Misalnya pendidikan sarjana yang telah ditempuh adalah ekonomi manajemen, maka untuk S2 kamu bisa mengikuti program MBA.

Jika kamu memilih bidang sama maka syarat yang harus dikumpulkan tentu lebih mudah. Dibandingkan kamu akan mempelajari arsitektur, padahal sebelumnya kamu belajar tentang ekonomi. Walaupun hal itu juga tidak menutup kemungkinan.

– Mencari informasi ketersediaan bidang

Kamu mungkin telah menentukan bidang yang ingin dipelajari, namun belum tentu setiap universitas menyediakannya. Bisa saja yang tersedia adalah program S1 saja, atau mungkin di negara yang kamu inginkan tidak menyediakannya. Oleh karena itu penting untuk mengumpulkan info mana saja universitas yang menyediakan bidang tersebut. Catat dan jangan hanya pilih satu saja.

Perlu beberapa nama universitas dan jangan ragu untuk mendaftar di satu tempat lebih. Sehingga kesempatan diterima pun akan lebih tinggi. Setidaknya kamu memiliki dua atau tiga pilihan.

– Mengecek ketersediaan beasiswa

Saatnya mencari informasi beasiswa. Kamu bisa mencari beasiswa dari pemerintah, yayasan atau swasta dan juga universitas tersebut. Ketika mencari informasi ini catat juga tentang syarat masing-masing beasiswa. Catat juga apa saja yang didapatkan misal diterima. Apakah beasiswa tersebut akan mengcover semua biaya kuliah hingga biaya hidup.

Apabila tidak, maka kamu harus mempertimbangkan sumber dana lainnya. Misalnya saja tabungan. Ketika informasi sudah terkumpul maka saatnya kamu untuk mempersiapkan diri.

– Siapkan semua syarat beasiswa

Siapkan semua syarat yang dibutuhkan, mulai dari dokumen hingga kemampuan. Kamu harus meneliti kembali syarat dokumen, apakah perlu diterjemahkan ke bahasa khusus dengan sertifikasi. Bisa juga syarat yang dibutuhkan memiliki standar khusus. Jangan sampai mengumpulkan semua syarat terlambat karena kamu akan kehilangan kesempatan besar ini.

Hal terpenting adalah surat motivasi yang menjelaskan mengapa kamu memilih bidang tersebut dan rencana tesis kedepannya. Siapkan diri untuk mengikuti semua tes tertulis hingga wawancara.

– Tunggu hasil

Kamu sudah berusaha sekuat tenaga mulai dari mempersiapkan diri hingga mengikuti tes seleksi. Saatnya menunggu, biasanya hasil akan disampaikan melalui email atau surat baik itu diterima atau tidaknya. Hasil biasanya akan dikirimkan 12 minggu setelah kamu mengikuti tes, jadi jangan lupa sering-seringlah mengecek surat dan email masuk.

Cara Mendapatkan Beasiswa S2 Luar Negeri dengan Mudah

beasiswa s2 luar negeri tanpa syarat ipk

Sudah dijelaskan bagaimana cara mendapatkan beasiswa S2 luar negeri tapi kamu masih ragu? Pastinya butuh dorongan moral yang besar dari diri sendiri dan juga lingkungan.

Jika kamu masih kurang percaya diri atau bahkan takut, maka cobalah untuk memikirkan dirimu lima tahun kedepan. Apa yang akan kamu raih setelah lulus kuliah di luar negeri? Apakah kamu bisa meraih cita-citamu? Cobalah untuk menanyakan kedua pertanyaan pada diri sendiri.

Lebih mempermudah kamu untuk bisa lebih berani mengambil keputusan, cobalah mengikuti beberapa tips berikut ini.

1. Hilangkan Rasa Keraguan

Sumber dari rasa tidak percaya diri untuk bisa berhasil kuliah di luar negeri dengan beasiswa adalah keraguan. Kamu mungkin ragu apakah berhasil untuk memperoleh beasiswa, karena memang tidak ada biaya lain untuk bisa kuliah.

Rasa takut pasti muncul dan itulah yang membentuk keraguan. Daripada memikirkan kegagalan, cobalah untuk berpikir apa yang harus kamu lakukan jika berhasil. Langkah ini cukup jitu mengusir rasa ragumu.

Baca Juga:  Beasiswa Jerman DAAD Yang Mudah Didapatkan

2. Memenuhi syarat dengan baik

Kamu ingin berhasil? Bangun diri untuk bisa berhasil melalui syarat-syarat yang harus dikumpulkan. Mulai dari transkrip, ijazah, surat motivasi, hingga tes bahasa.

Cukup empat syarat utama ini saja kamu pasti akan berhasil. Bagaimana caranya? Semua dimulai dari sekarang. Kamu harus membangun diri dengan baik sehingga mendapatkan nilai baik dan kemampuan bahasa yang sesuai.

3. Mendaftar beasiswa lebih dari satu

Sama seperti memilih university, kamu juga bisa mendaftarkan diri lebih dari satu beasiswa. Tidak ada aturan yang melarang untuk mengikuti program beasiswa sebanyak-banyaknya.

Toh jika salah satu berhasil diri sendiri juga yang akan senang. Dengan melamar ke lebih dari satu program beasiswa kesempatan untuk berhasil juga akan lebih tinggi.

Kumpulan Beasiswa S2 Luar Negeri Tanpa Syarat IPK Tinggi

Satu lagi hambatan besar yang cukup mengganggu untuk mendapatkan beasiswa yaitu nilai IPK tinggi. Rata-rata syarat yang harus dipenuhi adalah nilai IPK minimal 3.00 dari skala 4.

Jangan berkecil hati dulu karena masih ada banyak beasiswa yang tidak mensyaratkan IPK atau tidak perlu IPK yang tinggi. Apa saja beasiswa tersebut? Berikut daftarnya.

1. Beasiswa USAID ke AS

Beasiswa ini diberikan untuk area bidang studi kesehatan. Fokus pembelajaran S2 adalah riset pada berbagai ilmu seperti penyakit menular, perubahan iklim, kesehatan ibu dan anak, dll.

Bidang kesehatan ini paling banyak dicari dan jika berhasil kamu akan mendapat dana sebesar 95.000 USD. Syarat IPK yang dibutuhkan hanyalah 2.75 dari skala 4.00.

2. Beasiswa Australia

Bernama Australia Awards Scholarship, beasiswa ini memprioritaskan bidang seperti infrastruktur, science, kesehatan, manajemen, hukum, dll. Hampir semua bidang bisa dipelajari menggunakan beasiswa ini.

Termasuk beasiswa full funded yang syarat IPK adalah 2.75 dari skala 4. Khusus program master syarat bahasa yang dibutuhkan adalah IELTS dengan nilai minimal 5.5.

Baca Juga:  5 Keuntungan Kursus Bahasa Jerman di Bandung

3. Beasiswa KGSP

Beasiswa ini diselenggarakan oleh pemerintah Korea Selatan dengan kuota 830. Selain beasiswa kamu juga akan mendapatkan kursus bahasa Korea selama satu tahun

IPK yang disyaratkan adalah 2.64 dan paling tinggi adalah 2.91. Bidang ilmu yang bisa dipelajari pun sangat luas seperti science dan teknik.

4. Beasiswa Eiffel

Salah satu beasiswa yang tidak mensyaratkan nilai IPK di dalamnya, padahal termasuk beasiswa full funded. Per tahun para mahasiswa akan mendapatkan 10.000 sehingga kuliah akan sangat terjangkau. Area studi adalah teknik, ekonomi dan manajemen serta hukum dan ilmu politik.

Pekerjaan Dalam Bahasa Jerman

 40 Nama Pekerjaan Dalam Bahasa Jerman Dan Contoh Kalimatnya

By | Jerman | No Comments

Pekerjaan Dalam Bahasa Jerman  – Salah satu cara paling efektif dalam belajar bahasa Jerman adalah dengan memperbanyak kosakata. Namun dalam belajar kosakata Anda juga harus memisahkan jenis kata, misalnya kata benda. Kata kerja, kata sifat, kata bantu, nama hari, nama bulan, nama hewan, nama bunga, nama pekerjaan dalam bahasa Jerman, dan lain sebagainya.

Dan untuk artikel kali ini yang akan kita bahas adalah nama pekerjaan dalam bahasa Jerman dan juga contoh-contoh kalimat untuk nama pekerjaan dalam bahasa Jerman tersebut, untuk selengkapnya simak berikut ini :

Nama Pekerjaan Dalam Bahasa Jerman

nama Pekerjaan Dalam Bahasa Jerman

1LehrerGuru
2LandwirtePetani
3DozentDosen
4GärtnerTukang kebun
5FriseurTukang Salon
6FahrerSopir
7DirigentKondektur
8Die ArmeeTentara
9Die PolizeiPolisi
10WachmannSatpam
11AnwaltPengacara
12Der RichterHakim
13Der StaatsanwaltJaksa
14Der AutorPenulis
15AasfresserPemulung
16SchneiderPetugas Kebersihan
17SportlerTukang jahit
18TelemarketingTelemarketing
19SportlerOlahragawan
20Der SängerPenyanyi
21Der KünstlerArtis
22Der SchauspielerAktor
23Die TänzerinPenari
24Ein MalerPelukis
25GASTGEBERPembawa acara
26LeibwächterPengawal
27Der KüchenchefKoki
28TelemarketingTelemarketing
29EmpfangsdameResepsionis
30ReporterWartawan
31DoktorDokter
32HebammeBidan
33KrankenschwesterPerawat
34PflegekraftPengasuh
35FischerNelayan
36PilotPilot
37KapitänNahkoda
38StewardessPramugari
39StewardessPramugara
40KellnerPelayan

 

Contoh Kalimat Untuk Nama Pekerjaan Dalam Bahasa Jerman

  1. contoh kalimat pekerjaan dalam bahasa jerman
    1. Früher wollte ich Soldatin werden, aber anscheinend reicht meine Größe nicht aus, um Soldatin zu werden.

(Dulu aku bercita-cita ingin menjadi seorang tentara wanita, namun ternyata tinggi badanku tidak cukup untuk menjadi seorang tentara.   )

  1. Meine Mutter hat als Schneiderin gearbeitet und die Arbeit wurde seit ihrem 19. Lebensjahr bis heute gemacht

(Ibuku bekerja sebagai tukang jahit, dan pekerjaan itu sudah dilakoninya sejak umur 19 tahun hingga saat ini.   )

  1. Ein Anwalt wird während eines Prozesses von einem Verdächtigen geschlagen.

(Seorang pengacara dipukul oleh tersangka saat sidang berlangsung.  )

  1. Viele Journalisten folgen derzeit nicht dem Presseschwur, so dass viele falsche Nachrichten in der Community verbreitet werden.

( Wartawan saat ini sudah banyak yang tidak mengikuti sumpah persnya, sehingga banyak berita bohong yang tersebar di masyarakat.  )

  1. Der Lehrer, den ich an der Schule am meisten mag, ist der Mathematiklehrer, der nicht nur gut unterrichtet, sondern auch immer Motivation gibt.

(Guru yang paling kusukai saat sekolah adalah guru yang mengajar matapelajaran matematika, selain pintar mengajar, beliau juga selalu memberikan motivasi.  )

Baca Juga:  Contoh Percakapan Bahasa Jerman Tentang Sekolah
  1. Der Gärtner war einmal ein Geschäftsmann, aber weil sein Geschäft bankrott ging, arbeitete er schließlich als Gärtner an unserer Schule.

(Tukang kebun itu dulunya seorang pengusaha, tetapi karena usahanya bangkrut akhirnya dia bekerja sebagai tukang kebun di sekolah kami.   )

  1. Mein Vater arbeitete morgens und abends als Arzt in einem der Krankenhäuser und abends als Dozent an einer der medizinischen Fakultäten in unserer Stadt.

( Ayahku saat pagi hingga sore bekerja sebagai dokter disalah satu rumah sakit dan pada malam hari, ayah bekerja sebagai dosen di salah satu fakultas kedokteran di kota kami.  )

  1. Ein bereits bekannter Sportler wird schließlich respektlos aus seiner Mannschaft entlassen, weil er seinen Mitstreitern gegenüber sehr unhöflich ist.

(Seorang olaharagawan yang sudah cukup terkenal akhirnya diberhentikan dari teamnya secara tidak hormat, karena sifatnya sangat kasar terhadap sesama team.  )

  1. Die Staatsanwaltschaft gilt als entschlossenste Staatsanwältin und diskriminiert oder unterscheidet niemals Personen.

( Jaksa tersebut terkenal sebagai jaksa paling tegas dan tidak pernah pAndang bulu atau membed-bedakan orang.  )

  1. Zwei koreanische Künstler haben Selbstmord begangen, weil sie gemobbt wurden. Der Vorfall wurde durch die Geschäftsführung des Künstlers begründet

(Dua oran artis asal Korea, bunuh diri karena di bully. Kejadi tersebut dibenarkan oleh pihak menejemen sanga artis.   )

  1. Im November letzten Jahres wurde ich offiziell Krankenschwester in einem der besten Krankenhäuser der Hauptstadt.

( Pada november tahun lalu, aku resmi menjadi seorang perawat di salah satu rumah sakit terbaik di ibu kota. )

  1. Ein Fischer fand einen Riesenfisch mit einer Größe von 155 kg aus dem Ozean von Java.

( Seorang nelayan menemukan ikan raksasa dengan ukuran 155Kg dari lautan jawa. )

  1. Eine Pflegekraft muss tatsächlich eine geduldige und kluge Einstellung haben, um zu überzeugen, weil sie mit alten Menschen und auch Babys konfrontiert wird.

(Seorang pengasuh memang diwajibkan untuk memiliki sikap yang sabar dan pintar membujuk, karena mereka diperhadapkan dengan orang yang sudah tua dan juga bayi.)

Baca Juga:  Contoh Percakapan Perkenalan Bahasa Jerman 2 Orang
  1. Ein Fahrer kann einen in einem Fluss ertrunkenen Hund retten.

(Seorang supir berhasil menyelamatkan seekor anjing yang tenggelam di sungai.  )

16. Salon Salon, der bereits in den sozialen Medien bekannt ist, hat ein monatliches Einkommen von 200 Millionen.

( Tukang salon yang sudah terkenal di media sosial itu memiliki pendapatan 200 juta setiap bulannya. )

 

Sekian untuk artikel nama pekerjaan dalam bahasa Jerman yang dilengkapi dengan contoh kalimat, semoga bermanfaat.

 

syarat beasiswa s2 luar negeri

Beasiswa S1 dan Beasiswa S2 Luar Negeri Tanpa Syarat TOEFL

By | Jerman | No Comments

Beasiswa S2 Luar Negeri Tanpa Syarat TOEFL – Kuliah di luar negeri selalu menjadi idaman bagi banyak mahasiswa Indonesia. Apakah kamu salah satu diantaranya? Kendala yang paling sering dihadapi untuk bisa berkuliah di luar negeri adalah dana. Masalah dana kini bisa diatasi dengan mendapatkan beasiswa. Baik itu beasiswa dari pemerintah sendiri atau luar negeri tersedia untuk didapatkan.

Nah syarat utama yang seringkali sulit untuk dipenuhi adalah TOEFL. Tes TOEFL dan Test of English as a Foreign Language ini digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang. Tes sudah digunakan di lebih dari 300 negara seluruh dunia. Kendala yang banyak dihadapi mahasiswa dalam tes ini adalah biaya tes yang mahal serat persiapan yang juga tidak murah.

Jenis tes TOEFL yang biasa digunakan adalah sebagai syarat adalah TOEFL iBT dimana biayanya mencapai hampir 3 juta rupiah saja. Padahal jika gagal mendapatkan skor yang diinginkan, otomatis kamu harus mengeluarkan uang dengan jumlah sama untuk tes kembali. Selain kesulitan biaya, beberapa universitas juga tidak menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi.

Misalnya saja universitas di Jepang, maka syarat utama yang dibutuhkan adalah kemampuan bahasa Jepang. Begitu juga beberapa universitas di Perancis dan Jerman. Penyebab-penyebab inilah yang membuat tes TOEFL sebenarnya tidak diperlukan dalam memenuhi syarat masuk perguruan tinggi di luar negeri, begitu juga dengan beasiswa.

Beasiswa S1 Luar Negeri Tanpa Syarat TOEFL dan Beasiswa S2

beasiswa s2 di luar negeri
Banyak sekali jenis beasiswa yang dipilih, baik itu swasta dan juga pemerintah. Beberapa beasiswa bisa dipilih berdasarkan, tujuan negara tempat kuliah, jurusan yang tersedia dan tidak menggunakan TOEFL sebagai syarat kemampuan bahasa.

Kira-kira apa saja nih beasiswa yang bisa kamu pilih untuk melanjutkan pendidikan S1 dan S2? Berikut ini kumpulan beasiswa S1 dan beasiswa S2 luar negeri tanpa syarat TOEFL yang bisa kamu pilih.

1. Beasiswa KGSP

Sebuah beasiswa yang diadakan oleh pemerintah Korea. Kepanjangan dari beasiswa ini adalah Korean Government Scholarship. Termasuk salah satu beasiswa full funding dimana biaya kuliah secara penuh akan diberikan sekaligus biaya hidup dan transportasi. Beasiswa ini dibuka untuk jenjang pendidikan S1 hingga S3 di Korea.

Beasiswa luar negeri tanpa TOEFL ini dibuka setiap tahunnya. Khusus untuk jenjang S1 dibuka pada bulan September dan S2/ S3 dibuka bulan Februari. Mengingat waktu pendaftaran yang berbeda, maka ingat dan catat tanggal tepatnya. Jangan lupakan juga syarat-syarat yang dibutuhkan.

2. Beasiswa Eiffel

Mendengar namanya sudah sangat jelas bahwa beasiswa ini diadakan oleh pemerintah Perancis. Sudah diadakan sejak tahun 1999 dan diperuntukan semua mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan pendidikan S1 hingga S3 di Perancis. Semua mahasiswa berkembang termasuk Indonesia bisa mengikutinya. Biaya yang dipenuhi adalah biaya kuliah, transportasi, asuransi dan tunjangan hidup.

Syarat bahasa untuk mendapatkan beasiswa ini memang tidak menggunakan TOEFL. Tetapi calon penerima harus menguasai bahasa pengantar sesuai dengan bidang studi yang dipilih. Biasanya bahasa yang digunakan adalah bahasa Perancis yang dibuktikan dengan sertifikat setelah mengikuti tes. Level yang dibutuhkan adalah Delf B2.

Baca Juga:  Pilihan Tempat dan Biaya Kursus Bahasa Perancis di Jakarta

3. Beasiswa DAAD

Beasiswa ini sudah sangat terkenal bagi mereka yang ingin menempuh pendidikan ke Jerman. Kebanyakan universitas di Jerman menggunakan bahasa pengantar bahasa Jerman, jadi syarat tes TOEFL biasanya tidak diutamakan dalam meraih beasiswa. Sedangkan untuk tes bahasa Jerman yang dibutuhkan adalah level A2 dalam tes DAF 4.

Banyak yang bisa mempersiapkan diri untuk memperoleh beasiswa ini dengan mengikuti kursus bahasa Jerman dalam kurun waktu 6 bulan hingga 1 tahun. Pastinya cara belajar yang dipilih harus intensif.

4. Beasiswa Turkiye Burslari

syarat beasiswa s2 lpdp luar negeri
Terkenal juga sebagai beasiswa ke luar negeri tanpa TOEFL YTB. Menjadi beasiswa dari pemerintah Turki yang full funding. Beasiswa ini bisa didapatkan bagi kamu yang ingin menempuh pendidikan S1, S2 dan S3. Di Indonesia mahasiswa yang berminat kuliah di Turki tidak jauh berbeda tujuan Inggris atau Amerika. Jadi beasiswa ini sangat besar keuntungannya.

Biasanya beasiswa ini dibuka pada bulan Januari hingga Februari, jadi pada tahun sebelumnya harus mempersiapkan diri dengan baik. Syarat utamanya adalah memiliki minimal IPK 3.00.

5. Beasiswa Monbukagakusho

Masih dengan beasiswa full funded yang sangat menguntungkan. Beasiswa ini diperuntukkan bagi kamu yang ingin melanjutkan kuliah ke Jepang. Biasa dibuka pada bulan April hingga Mei. Beasiswa tanpa syarat TOEFL digunakan sebagai syarat menempuh pendidikan S1. Tapi untuk S2 tetap membutuhkan tes TOEFL dan itu bukanlah suatu masalah.

Selama kamu bisa mendapatkan beasiswa S1 ini tidak ada tes TOEFL yang diwajibkan sebagai syarat. Cukup menyertakan ijazah dan transkrip nilai saja kamu sudah bisa mengikuti seleksi dan berhasil.

6. Beasiswa pemerintah Rusia

Walaupun terkenal sebagai negara komunis, namun Rusia membuka jalur yang luas bagi mahasiswa internasional untuk kuliah di negara mereka. Salah satu bentuk sikap mereka adalah menyediakan beasiswa bagi mahasiswa di seluruh dunia. Bahkan program ini mendapat sambutan yang besar karena 150 mahasiswa Indonesia telah mendapatkan beasiswa ini untuk studi.

Syarat mendapatkan beasiswa ini memang tidak menggunakan TOEFL, tapi minimal IPK adalah 3.20 dari skala 4. Bahkan kamu tidak perlu mengikuti tes bahasa Rusia. Setelah menerima beasiswa ini, setiap penerima akan mendapat pembekalan bahasa RUsia selama satu tahun.

Baca Juga:  Inilah 4 Keuntungan Mengikuti Kursus Bahasa Jerman Serpong

7. Beasiswa Brunei Darussalam

Satu lagi negara di Asia yang menawarkan beasiswa tanpa tes TOEFl yaitu Brunei Darussalam. Walaupun negara ini kecil namun perekonomiannya sangat maju. Disebut dengan beasiswa prestisius, dibuka pada bulan Januari hingga Februari.

Universitas yang menerima beasiswa ini adalah Universitas Brunei Darussalam, Universiti Teknologi Brunei, Politeknik Brunei, dan Universiti Islam Sultan Sharif Ali.

Jadi di antara semua beasiswa S1 dan beasiswa S2 luar negeri tanpa syarat TOEFL di atas, manakah yang akan kamu pilih?

×