7 Budaya Kerja di Jerman dan Cara Bekerja di Jerman

By 15/07/2021 Jerman
budaya kerja di jerman

Budaya Kerja di Jerman – Dapat bekerja di Jerman adalah dambaan banyak orang. Ada banyak keuntungan yang didapatkan seperti gaji tinggi dan kualitas hidup yang menjanjikan.

Tapi tahukah kamu, ada banyak budaya kerja di Jerman yang juga menguntungkan pekerjanya?

Budaya kerja yang baik menjadi rahasia mengapa penduduk di Jerman masuk ke dalam 20 negara dengan penduduk paling bahagia di dunia (Menurut World Happiness Report 2020). 

Pekerja yang bahagia akan semakin produktif dan semangat dalam bekerja. Alhasil infrastruktur negara akan semakin maju, jadi tidak heran negara Jerman bisa maju seperti sekarang ini. 

Budaya Kerja di Jerman yang Menguntungkan Pekerjanya

Budaya Kerja di Jerman yang Menguntungkan Pekerjanya
Lalu apa saja budaya kerja di Jerman yang membuat pekerjanya bisa sejahtera? Mari bahas satu persatu budaya tersebut.

  • Selalu fokus terhadap pekerjaan saat jam kerja

Orang Jerman selalu disiplin dalam urusan waktu. Jika waktunya untuk bekerja maka mereka akan fokus dengan pekerjaannya dan tidak melakukan hal lain sama sekali. 

Kegiatan yang mengalihkan perhatian seperti membuka media sosial atau bermain game handphone sangat dilarang di lingkungan pekerjaan di jerman

Berbeda dengan orang Indonesia sudah terbiasa melakukan hal yang tidak penting saat bekerja. Jadi kita harus membiasakan diri untuk selalu fokus pada pekerjaan. 

Walaupun terlihat berat, aturan ini terbukti berhasil  karena membuat produktivitas meningkat dan pekerjaan menjadi lebih cepat selesai. 

Keuntungannya, karena aturan jam kerja di Jerman tidak ketat, pekerja yang telah menyelesaikan semua tugasnya dapat pulang lebih awal dan itu lumrah untuk orang Jerman. 

  • Kehidupan profesi dan kehidupan pribadi di Jerman benar-benar terpisah 

Budaya kerja di Jerman lainnya adalah adanya batasan yang pasti antara waktu bekerja dengan waktu pribadi.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya orang Jerman menggunakan waktu kerja untuk benar-benar bekerja karena itulah mereka tidak merasa harus melanjutkan pekerjaan di luar jam kerja.

Orang Jerman benar-benar efisien dalam memanfaatkan waktu, waktu istirahat digunakan sepenuhnya untuk istirahat. Oleh karena itu tidak ada yang namanya lembur atau membawa pekerjaan ke rumah di Jerman.

Menelepon kolega untuk urusan pekerjaan pada akhir pekan juga dipandang tidak sopan. 

Inilah mengapa tingkat stres orang Jerman rendah karena setiap orang menghargai waktu istirahat masing-masing yang membuat waktu kerja dan waktu untuk pribadi seimbang. 

  • Memprioritaskan waktu untuk bekerja daripada untuk bersosialisasi

Kultur kerja di Indonesia terbiasa dengan saling beramah-tamah, suka berbasa-basi demi menjalin keakraban.

Sering pula ada acara kumpul atau hang out bersama setelah jam kerja. Kita pasti sering terpaksa ikut karena tidak ingin dianggap sombong oleh teman kerja yang lain.

Hal ini berbeda sekali dengan budaya kerja di Jerman yang mengedepankan bekerja secara individu.

Orang Jerman tidak terlalu peduli dengan menjalin hubungan antar sesama kolega karena dirasa tidak meningkatkan kualitas dan kecepatan bekerja.

Karena itulah jangan heran jika jarang ada rapat atau acara kumpul di Jerman karena pada kenyataannya, tanpa melakukan kegiatan tersebut pun produktivitas orang Jerman tetap tinggi. 

  • Komunikasi langsung antar kolega satu sama lain

Orang Jerman terkenal dengan cara bicaranya yang to the point dan kebiasaan ini terbawa sampai di lingkungan kerja. Mereka lebih menyukai komunikasi secara langsung dan tidak ada kesenjangan antara atasan dan bawahan.

Contohnya, atasan akan bicara langsung ke bawahannya jika dirasa hasil kerjanya kurang dari ekspektasi. Bawahan juga tidak segan untuk bertanya apa yang membuat performa kerja mereka menurun. 

Dengan bentuk komunikasi seperti ini, miskomunikasi dan kesalahpahaman dapat dihindari sehingga tidak akan muncul masalah yang lebih besar.

Jadi jika kamu bekerja di Jerman, kurangi basa-basi saat membicarakan urusan kerja dan biasakanlah diri untuk menerima kritikan dari atasan kamu. 

  • Mengedepankan kualitas dibanding kuantitas dalam bekerja

Budaya kerja di Jerman yang paling diutamakan adalah kualitas bekerja. Seperti yang dibahas pada poin-poin sebelumnya, orang Jerman bebas menentukan cara bekerjanya masing-masing, asal kualitas kerja mereka tetap terjaga baik. 

Banyak pegawai yang memilih bekerja di luar kantor supaya bisa lebih fokus dan itu sah-sah saja. Ada pula yang masuk bekerja lebih awal sehingga mereka bisa menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan pulang lebih awal.

Yang paling penting dalam bekerja di Jerman adalah hasil sehingga proses bekerja masing-masing orang tidak dipermasalahkan. Aturan kerja yang longgar ini ternyata malah memotivasi pekerjanya untuk bekerja lebih baik lagi. 

  • Pemberian waktu liburan tiap tahun yang panjang untuk pekerja

Keuntungan bekerja di Jerman lainnya yaitu perusahaan yang murah hati dalam memberikan hari libur kepada pegawainya. 

Orang Jerman menikmati hari libur yang ‘dimandatkan pemerintah Jerman’ seperti hari libur nasional dan cuti bersama yang jika ditotalkan mencapai 6 minggu hari kerja.

Belum lagi ditambah jatah cuti dari perusahaan selama 25-30 hari kerja. 

Kamu tidak perlu khawatir dengan gaji, karena pekerja akan tetap menerima gaji meskipun memakai hari libur tersebut sehingga gaji yang diterima tetap utuh. 

Dengan menikmati libur yang banyak, ternyata produktivitas pekerja menjadi meningkat karena selain mengurangi stres, pekerja akan kembali ke kantor dengan lebih fresh dan energi yang penuh.

  • Banyaknya tunjangan untuk penduduk Jerman 

Keuntungan bekerja di Jerman lainnya yaitu orang Jerman tidak perlu cemas bila kehilangan pekerjaan. Sebagai negara maju, kesejahteraan penduduk Jerman sudah dijamin oleh pemerintah sehingga angka kemiskinan sangat rendah di Jerman.

Banyak bantuan dari pemerintah yang memanjakan penduduknya seperti sekolah gratis, kesehatan gratis, dan tunjangan untuk keluarga yang memiliki anak. 

Untuk membayar tagihan atau untuk makan tidak lagi menjadi permasalahan, sehingga mereka jauh lebih bahagia dan lebih produktif.

Pekerja Jerman lebih fokus untuk mencari cara dalam membagi waktunya antara untuk bekerja dan untuk keluarga.

Bagaimanakah Cara Bekerja di Jerman?

Bagaimanakah Cara Bekerja di Jerman
Bisa bekerja di Jerman memang menyenangkan tapi tidak ada cara yang instan untuk bisa mendapat pekerjaan di negara penghasil otomotif terbesar ini. 

Jika kamu seorang pemuda atau pemudi Indonesia, kamu bisa mengikuti program-program internasional yang disediakan pemerintah Jerman seperti Aupair Jerman, FSJ Jerman, atau Sommerkurs untuk mengenal negara Jerman secara langsung.

Untuk kamu yang fokus memulai karir di Jerman, kamu bisa mengikuti pelatihan kerja bernama program Ausbildung Jerman, atau kamu juga bisa memulai dengan kuliah dahulu di Jerman untuk mendapat gelar.

Bagi pekerja Indonesia yang sudah memiliki pengalaman kerja atau kualifikasi yang memadai, bisa memulai dengan bekerja di perusahaan milik Jerman di Indonesia.

Dengan begitu, bisa saja mereka dipindah tugaskan untuk bekerja di Jerman. 

Sudah ada banyak cara untuk orang Indonesia bisa meniti karir di Jerman, asal mau berusaha dan tekun pasti keinginan tersebut bisa tercapai.

Jika kamu masih memiliki kesulitan dengan mengikuti jalur-jalur di atas, kamu bisa mendaftar ke Lembaga Penyalur Tenaga Kerja ke Jerman untuk mendapat bantuan dalam menjalani proses-proses yang dibutuhkan.

Salah satu lembaga yang direkomendasikan adalah Virtu Education

Virtu Education adalah lembaga yang sudah terpercaya dalam mengirimkan anggotanya untuk bisa mendapatkan pendidikan dan pekerjaan di negara dambaan mereka. Jadi tunggu apa lagi, segera daftarkan dirimu ke Virtu education untuk bisa mengejar mimpimu. 

Yohana

Author Yohana

Alumni lulusan sekolah dan perguruan tinggi di Jerman, aktif dan turut serta dalam menggalakkan pendidikan yang baik dan berkualitas.

More posts by Yohana
×