Bentuk Pemerintahan Jerman Pada Masa Adolf Hitler

By 15/11/2018 Jerman

Bentuk Pemerintahan Jerman – Balik lagi ke kilas sejarah, pasti banyak yang sudah mengenal tentang Nazi bukan? Ya masa pemerintahan Adolf Hitler di Jerman ini memiliki tonggak sejarah pada perubahan yang terjadi di negara Jerman hingga saat ini.

Lamanya masa perang dan bekas peperangan masih bisa dirasakan dan dilihat dari puing-puing bangunan yang menjadi saksi bisu kala itu.

Pada awalnya negara Jerman adalah negara yang demokrasi namun pada tahun 1933 Adolf Hitler diangkat menjadi kanselir yang merupakan perdana menteri (pemimpin negara). Dimulai dari tahun itulah masa pemerintahan Adolf Hitler dari parta Nazi mulai menanamkan ideologi tentang rasialis dan otoriter pada sistem pemerintahan di Jerman.

Adolf Hitler sendiri bisa naik tahta karena kekalahan Jerman pada Perang Dunia I membuat krisis ekonomi dan rakyat tidak percaya pada pemerintah Republik Weimar.

Di sisi lain Adolf Hitler yang sedang mencari kekuasaan menjanjikan perubahan pada Jerman di masa depan menjadi lebih maju. Bahkan Hitler juga memberikan janji untuk melawan perjanjian Versailles yang membuat Jerman harus menyerahkan negara bagian ke tangan sekutu.

Pada tahun 1933 ketika presiden Jerman Paul von Hindenburg meninggal dunia, Hitler ditunjuk untuk menjadi presiden dan mengambil alih kekuasaan.

Perubahan mulai terjadi karena sejak saat itu terdapat hukum baru yakni jabatan presiden dihapus dan yang menguasai adalah kanselir yakni Hitler. Sejak saat inilah bentuk pemerintahan Jerman banyak yang berubah dan awalnya menguntungkan rakyat, namun pada akhirnya memecah perang dunia II.

Baca Juga:  Kumpulan Beasiswa S1 Jerman untuk Mahasiswa Indonesia

Ada beberapa keuntungan yang didapatkan oleh rakyat selama masa pemerintahan Hitler awal yakni menurunnya angka pengangguran setelah masa krisis ekonomi setelah perang dunia I yang mencapai 6 juta, pada masa pemerintahan Hitler turun menjadi 1 juta. Adanya pembangunan infrastruktur besar-besaran yang termasuk rel kereta, bendungan, dan juga jalan bebas hambatan.

Untuk memperkuat kekuasaannya, Hitler melawan partai politik lainya sehingga kebebasan demokrasi pun akhirnya masuk ke masa pemerintahan diktaktor yang dikuasai oleh Hitler.

Pengintimidasian dilakukan dan semua menteri diganti, bagi menteri yang tidak setuju dengan paham Hitler mereka difitnah dan dibunuh atau dimasukan ke dalam penjara. Peristiwa ini juga dikenal dengan Malam Pisau-Pisau Panjang pada tanggal 30 Juni hingga 2 Juli 1934.

Hitler juga sukses dalam meraih kerjasama dengan negara lainnya yakni Jepang, Austria dan Cekoslowakia bahkan dengan Inggris. Keinginan kuatnya untuk berperang membuat krisis ekonomi melanda Jerman kembali. Mulai dari sinilah perang dunia II pecah dengan adanya pernyataan dari Hitler bahwa Inggris adalah musuh utama yang harus dikalahkan.

Setelah masa pemerintahan Hitler berakhir, bentuk pemerintahan Jerman kembali menjadi demokrasi dimana presiden menjadi pemimpin negara didampingi oleh kanselir yang menjadi perdana menteri. Bentuk pemerintahan demokrasi inilah yang hingga saat ini masih dijunjung tinggi.

×